Reporter: Emma Ratna Fury | Editor: Hendra Gunawan
JAKARTA. Untuk meningkatkan ekspor produk dalam negeri dan menekan defisit perdagangan, PT Toyota Astra Motor (TAM) akan memproduksi mobil Vios di Indonesia mulai Desember 2013.
"Ada beberapa produk yang akan diproduksi di Indonesia, salah satunya Vios mulai Desember mendatang,” kata Johnny Darmawan, Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor seusai bertemu dengan Menteri Perindustrian MS Hidayat di Kementerian Perindustrian Jakarta, Kamis (28/11).
Setelah diproduksi di Indonesia, TAM menargetkan mampu mengekspor Vios sebanyak 60.000 unit pertahun.
Selain Vois, rencananya TAM juga akan memproduksi model lainnya di Indonesia pada tahun depan. “Akan ada satu model lagi tahun depan," imbuhnya.
Menurut Johnny, hal itu dilakukan tak lain agar meningkatkan ekspor produk dalam negeri. Salah satu langkah yang dilakukan oleh Toyota yaitu dengan memproduksi beberapa mobil di Indonesia yang kemudian dipasarkan ke beberapa negara di kawasan Asia. "Kita akan meningkatkan ekspor sesuai dengan arahan Kementerian Industri,” ujarnya.
Saat ini total ekspor dari Toyota Group sudah mencapai 77% dari total produksi nasional. "Toyota Group sudah sekitar 77% termasuk Daihatsu," ujar Johnny. Hal itu menurut Johnny dikarenakan ada beberapa mobil yang diproduksi oleh Daihatsu diekspor menggunakan nama Toyota.
Secara total, saat ini Toyota sudah mengekspor ke 68 negara. Tak hanya Asia tapi juga Afrika, Oceania, dan Amerika Selatan. "Dari 68 negara, pasar yang paling banyak sekarang Middle East," ujarnya.
Dari jajaran produk Toyota, Fortuner dan Innova merupakan dua produk yang paling banyak diekspor. Kedua produk tersebut sangat diminati oleh beberapa negara konsumen.
Pemerintah pernah menghimbau kepada para agen pemilik merek (APM) untuk melakukan ekspor mobil sebesar 30% dari total produksi. Dan Toyota berhasil melakukan ekspor lebih dari angka yang ditetapkan oleh pemerintah itu.
"Dengan masuknya beberapa model baru yang akan diproduksi di sini, itu artinya tahun depan kami akan punya mobil yang diproduksi di Indonesia sampai 90%. Sedangkan sisanya impor dari Thailand, dan Jepang," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News