kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.788.000   -12.000   -0,43%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Musim hujan hambat penjualan ritel kendaraan roda empat


Jumat, 03 Januari 2020 / 18:57 WIB
ILUSTRASI. Kendaraan melintasi banjir di Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Selasa (17/12). Musim hujan diprediksi menghambat penjualam kendaraan roda empat


Reporter: Muhammad Julian | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Musim hujan yang baru tiba diprediksi membuat penjualan  penjualan ritel (dari diler ke konsumen) roda empat turun. 

Business Innovation and Sales & Marketing Director Honda Prospect Motor Yusak Billy menjelaskan, meski tidak signifikan, faktor cuaca bisa berpotensi menyebabkan penjualan ritel turun hingga 5% secara tahunan di kuartal pertama.

Baca Juga: Penjualan kendaraan roda empat moncer menjelang tutup tahun 2019

Pasalnya, dengan kondisi cuaca saat ini berpotensi menghambat kegiatan pemasaran yang dilakukan kepada calon pembeli. Di samping itu, jumlah kunjungan calon pembeli ke diler menjadi lebih rendah dibanding kondisi normal.

“Karena beberapa aktivitas seperti canvassing bisa tergangggu, walk-in customer juga akan berkurang,” kata dia kepada Kontan.co.id, Jumat (3/1).

Di sisi lain, Marketing Director Astra Daihatsu Motor Amelia Tjandra juga menyebut, secara historis penjualan ritel di kuartal I memang lebih rendah dibandingkan kuartal lainnya. Memang selama ini, puncak permintaan terjadi pada bulan Desember. 

“Kan Desember sudah habis-habisan capai target, jadi Januari lebih rendah dari Desember, polanya dari tahun ke tahun begitu,” pungkas dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×