kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Nasib Pertamina Energy (Petral) di ujung tanduk


Senin, 27 Februari 2012 / 19:28 WIB
ILUSTRASI. PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) topping off proyek pekerjaan jembatan aksesibilitas Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Tahun ini, BNI Sekuritas memperkirakan, target kontrak baru WIKA mencapai Rp 40,13 triliun.


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Asnil Amri

BOGOR. Nasib anak perusahaan Pertamina, PT Pertamina Energy Trading Ltd atau Petral, rupanya berada di ujung tanduk. Dahlan Iskan, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyatakan, nasib perusahaan pengimpor minyak mentah dan bahan bakar minyak (BBM) itu akan ditentukan dalam dua hari ini.

"Kami lihat satu atau dua hari ini bagaimana, apakah memang (Petral) harus dibubarkan atau memperbaikinya," kata Dahlan saat ditemui di Istana Bogor, Senin (27/2). Dahlan menjelaskan, selama ini citra Pertamina terganggu oleh tudingan yang menyebut Petral sebagai tempat korupsi.

Bahkan beredar kabar, perusahaan yang berkantor di Singapura ini, sulit dikontrol oleh Direksi Pertamina sekalipun. Sebagai informasi, Petral merupakan perseroan terbatas yang berbadan hukum di Hong Kong dan berkedudukan di Hong Kong.

Sekitar 99,83% saham Petral dikuasai oleh PT Pertamina (Persero), sisanya dimiliki Presiden Direktur Petral, sebagaimana diatur dalam Companies Ordinance Hong Kong. Saat ini Kementerian BUMN menunjuk auditor untuk mengaudit kinerja Petral.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×