kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.981   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

Nawala belum terima kompensasi pemakaian servernya oleh RIM


Minggu, 23 Januari 2011 / 11:20 WIB


Reporter: Sofyan Nur Hidayat |

JAKARTA. Walaupun Research in Motion (RIM) telah menggunakan server Domain Name System (DNS) Nawala untuk menyaring akses internet pemilik BlackBerry (BB) di Indonesia, RIM belum memberikan kompensasi apa-apa atas layanan tersebut.

Deputi Humas DNS Nawala Irwin Day mengatakan, hingga kemarin RIM belum memberikan komitmen apapun. Padahal, penggunaan DNS Nawala oleh RIM telah membuat repot dan berpotensi menganggu kinerja server. "Kami mempertanyakan kontribusi yang diberikan oleh RIM, masak cuma dipakai doang," kata Irwin, Jumat (21/1).

DNS Nawala keberatan servernya terbebani akses BB yang jumlahnya jutaan. Apalagi RIM mengakses langsung dari Kanada. Sementara Kapasitas bandwith milik DNS Nawala terbatas. "Ke depan bisa mengganggu server secara keseluruhan," kata Irwin. Makanya, ia akan menyampaikan keluhan tersebut kepada RIM Singapura, Senin (24/1).

Irwin menjelaskan, DNS Nawala lahir dari kegelisahan pengurus Asosiasi Warnet Indonesia (Awari) menyikapi konten pornografi. DNS Nawala didukung oleh Telkom, Biznet dan Omah Data Surabaya. Server itu berkembang sejak 2007 hingga diluncurkan pada 17 November 2010. Saat ini penggunanya sudah lebih dari 12 juta orang, baik dari Indonesia, Asia, Timur Tengah dan Afrika.

Seperti ditulis KONTAN, Pemerintah Indonesia mengharuskan RIM memasang filter terhadap pornografi untuk para pengguna BB di Indonesia paling lambat Jumat (21/1). Namun RIM telah melakukannya sejak Rabu (19/1) dengan menggunakan server DNS Nawala.

Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika Gatot S. Dewa Broto mengatakan, pihaknya tidak mengurusi kerjasama RIM dengan DNS Nawala itu. Yang menjadi kepentingan pemerintah, menurut Gatot, hanyalah memastikan RIM memenuhi permintaan pemerintah terkait penyaringan konten pornografi.

"RIM bebas bekerjasama dengan siapa saja untuk melakukan filtering pornografi," kata Gatot.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×