kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.561.000   -13.000   -0,51%
  • USD/IDR 17.965   38,00   0,21%
  • IDX 5.815   -128,30   -2,16%
  • KOMPAS100 752   -17,91   -2,33%
  • LQ45 584   -10,61   -1,78%
  • ISSI 199   -5,92   -2,89%
  • IDX30 326   -5,31   -1,60%
  • IDXHIDIV20 420   -4,72   -1,11%
  • IDX80 86   -1,95   -2,22%
  • IDXV30 115   -1,55   -1,33%
  • IDXQ30 107   -1,32   -1,22%

NEC Indonesia Bidik Efisiensi Manufaktur Lewat Teknologi AI


Kamis, 15 Oktober 2026 / 11:04 WIB
NEC Indonesia Bidik Efisiensi Manufaktur Lewat Teknologi AI
ILUSTRASI. NEC Indonesia Resmi Luncurkan NEC amuse hub. di Biomedical Campus, BSD City (Dok/Sinar Mas Land)


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Nina Dwiantika

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) menjadi salah satu upaya industri manufaktur untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas di tengah percepatan transformasi digital. NEC Indonesia pun memperkenalkan sejumlah solusi berbasis AI untuk mendukung penerapan industri cerdas di Indonesia.

Solusi tersebut dipamerkan dalam Indonesia 4.0 Conference & Expo 2026 yang berlangsung pada 13–14 Oktober 2026 di Hotel Bidakara, Jakarta. Mengusung tema AI Powered Industry – Shaping the Future of Intelligent Enterprise, ajang ini mempertemukan pelaku industri, pemerintah, akademisi, dan penyedia teknologi untuk mendorong adopsi teknologi digital di sektor industri.

Dalam pameran tersebut, NEC Indonesia menampilkan solusi Smart Manufacturing, termasuk System Invariant Analysis Technology (SIAT) dan Work Process Recognition (WPR). SIAT memanfaatkan AI untuk mendeteksi anomali pada sistem industri sehingga perusahaan dapat mengantisipasi gangguan operasional melalui pemeliharaan prediktif.

Sementara itu, WPR menggunakan analisis video berbasis AI untuk mengenali proses kerja manual. Teknologi ini dapat membantu perusahaan mengevaluasi alur kerja dan mengidentifikasi peluang peningkatan efisiensi operasional.

NEC Indonesia juga menggandeng PT IFS Solusi Integrasi untuk menghadirkan solusi Enterprise Asset Management. Teknologi ini ditujukan untuk mengoptimalkan pengelolaan aset, menyederhanakan pemeliharaan, dan meningkatkan efisiensi operasional perusahaan.

Baca Juga: Pengembangan PLTN Perlu Diikuti Penguatan Industri dan Teknologi Nasional

Presiden Direktur NEC Indonesia Akifumi Katano mengatakan, pemanfaatan AI, otomatisasi, dan teknologi berbasis data berpotensi meningkatkan produktivitas serta daya saing industri nasional.

“Pemanfaatan teknologi inovatif seperti AI, otomatisasi, dan solusi berbasis data akan berkontribusi signifikan dalam meningkatkan produktivitas dan daya saing industri nasional,” ujar Katano dalam keterangan resminya, Kamis (15/10).

Selain memamerkan teknologi, NEC Indonesia turut terlibat dalam diskusi panel bertajuk Workforce Transformation in the Age of Intelligent Industry yang membahas perubahan kebutuhan tenaga kerja seiring perkembangan industri cerdas.

NEC Indonesia juga didukung ABeam Consulting Indonesia dalam sesi Warehouse of Idea untuk memperkenalkan solusi manufaktur cerdas yang dapat membantu perusahaan mempercepat transformasi digital.

Adopsi teknologi tersebut tidak hanya berkaitan dengan penggunaan perangkat digital, tetapi juga kemampuan perusahaan mengintegrasikan teknologi ke dalam proses bisnis dan meningkatkan keterampilan sumber daya manusia. NEC Indonesia menyatakan akan terus mendukung transformasi digital sektor manufaktur guna mendorong produktivitas, ketahanan operasional, dan pertumbuhan industri yang berkelanjutan.

Baca Juga: Avian (AVIA) Dua Kali Masuk Daftar Forbes Asia, Begini Strategi Menjaga Bisnis

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×