kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Negara kekurangan dana kembangkan panas bumi


Senin, 27 Januari 2014 / 22:32 WIB
Negara kekurangan dana kembangkan panas bumi
Logo KTT G20 2022 di Bali, Indonesia.


Sumber: TribunNews.com | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Wakil Ketua Asosiasi Panas Bumi Indonesia (API) Sanusi Satar menjelaskan pemerintah belum mempunyai anggaran yang cukup untuk membangun energi panas bumi. Sanusi menjelaskan dalam pembangunannya, negara membutuhkan bantuan pihak swasta.

"Dana pengembangan energi panas bumi memang membutuhkan dana yang tidak sedikit," ujar Sanusi di Jakarta Senin (27/1).

Sanusi menjelaskan dalam kerjasama tersebut pihak swasta bisa mempunyai saham lebih daripada pemerintah. Dalam perhitungannya Sanusi menilai pihak swasta mendapatkan saham 95 persen, sedangkan hanya 5 persen.

"Kita butuh dana dari luar enggak mungkin dari dalam," kata Sanusi

Selain itu, lanjut Sanusi, kepastian investasi di sektor Panas Bumi juga harus bisa diwujudkan oleh pemerintah kepada para calon investor yang ingin mengembangkan energi panas bumi.

"Seperti berupa izin, ini yang menjadi tugas pemerintah, kalau bisa ini menjadi satu kesatuan, jadi tender itu baru banyak ikut," papar Sanusi. (Adiatmaputra Fajar Pratama)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×