kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.660.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.935   -9,00   -0,05%
  • IDX 5.896   -102,90   -1,72%
  • KOMPAS100 764   -13,28   -1,71%
  • LQ45 584   -4,02   -0,68%
  • ISSI 203   -5,25   -2,52%
  • IDX30 331   -1,77   -0,53%
  • IDXHIDIV20 408   -0,87   -0,21%
  • IDX80 87   -1,24   -1,41%
  • IDXV30 110   -1,47   -1,32%
  • IDXQ30 107   -0,13   -0,12%

Negara kekurangan dana kembangkan panas bumi


Senin, 27 Januari 2014 / 22:32 WIB
Logo KTT G20 2022 di Bali, Indonesia.


Sumber: TribunNews.com | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Wakil Ketua Asosiasi Panas Bumi Indonesia (API) Sanusi Satar menjelaskan pemerintah belum mempunyai anggaran yang cukup untuk membangun energi panas bumi. Sanusi menjelaskan dalam pembangunannya, negara membutuhkan bantuan pihak swasta.

"Dana pengembangan energi panas bumi memang membutuhkan dana yang tidak sedikit," ujar Sanusi di Jakarta Senin (27/1).

Sanusi menjelaskan dalam kerjasama tersebut pihak swasta bisa mempunyai saham lebih daripada pemerintah. Dalam perhitungannya Sanusi menilai pihak swasta mendapatkan saham 95 persen, sedangkan hanya 5 persen.

"Kita butuh dana dari luar enggak mungkin dari dalam," kata Sanusi

Selain itu, lanjut Sanusi, kepastian investasi di sektor Panas Bumi juga harus bisa diwujudkan oleh pemerintah kepada para calon investor yang ingin mengembangkan energi panas bumi.

"Seperti berupa izin, ini yang menjadi tugas pemerintah, kalau bisa ini menjadi satu kesatuan, jadi tender itu baru banyak ikut," papar Sanusi. (Adiatmaputra Fajar Pratama)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×