kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.870   -65,00   -0,36%
  • IDX 5.821   -75,34   -1,28%
  • KOMPAS100 752   -12,33   -1,61%
  • LQ45 573   -10,72   -1,84%
  • ISSI 201   -1,70   -0,84%
  • IDX30 325   -6,09   -1,84%
  • IDXHIDIV20 401   -6,69   -1,64%
  • IDX80 86   -1,38   -1,59%
  • IDXV30 108   -1,25   -1,14%
  • IDXQ30 105   -1,88   -1,76%

Newmont siap kapalkan konsentrat tembaga pekan ini


Senin, 22 September 2014 / 17:06 WIB
ILUSTRASI. 6 kebiasaan makan yang harus dihindari untuk mencegah rambut semakin rontok.


Reporter: Muhammad Yazid | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT) menyatakan telah mengantongi Surat Persetujuan Ekspor (SPE) dari Kementerian Perdagangan. Dengan adanya surat izin ekspor ini, maka perusahaan yang bermarkas di Amerika Serikat itu bisa mulai melakukan kegiatan pengapalan mineral konsentrat tembaga pada pekan ini.

"Kami sangat menghargai pemerintah yang senantiasa bekerja sama dengan perusahaan dalam menyelesaikan nota kesepahaman serta mengeluarkan izin ekspor," kata Presiden Direktur Newmont Nusa Tenggara Martiono Hadianto, dalam siaran persnya Senin (22/9).

Martiono mengatakan, kegiatan operasi sejatinya telah dimulai kembali sejak awal September lalu, yakni setelah penandatanganan memorandum of understanding (MoU) amandemen kontrak. Dia bilang, sedangkan kegiatan penambangan dan pengolahan diperkirakan dapat digelar mulai Oktober depan.

Seperti diketahui, Newmont menghentikan kegiatan ekspor sejak 12 Januari 2014. Sedangkan kegiatan operasi tambang di Batu Hijau, Nusa Tenggara Barat mulai dihentikan sejak Juli silam lantaran kapasitas stockpile perusahaan telah penuh.

Berdasarkan data Kementerian ESDM, volume stok pasokan konsentrat Newmont hingga Juni 2014 mencapai 84.673 ton. Rencananya perusahaan tersebut akan menggelar ekspor dengan volume sebesar 304.515 ton hingga enam bulan ke depan, sedangkan pasokan untuk kebutuhan domestik di PT Smelting Gresik mencapai 124.100 ton.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×