kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.028.000   16.000   0,53%
  • USD/IDR 16.814   -85,00   -0,50%
  • IDX 8.396   124,32   1,50%
  • KOMPAS100 1.183   18,77   1,61%
  • LQ45 848   12,48   1,49%
  • ISSI 300   4,67   1,58%
  • IDX30 445   8,19   1,88%
  • IDXHIDIV20 530   8,41   1,61%
  • IDX80 132   1,86   1,43%
  • IDXV30 145   1,60   1,12%
  • IDXQ30 143   2,42   1,73%

Nose Genjot Produksi Kosmetik Lokal melalui Pusat Riset Bahan Baku Herbal


Senin, 23 Februari 2026 / 20:08 WIB
Nose Genjot Produksi Kosmetik Lokal melalui Pusat Riset Bahan Baku Herbal
ILUSTRASI. Nose Genjot Produksi Kosmetik Lokal Melalui Pusat Riset Bahan Baku Herbal (KONTAN/Chelsea Anastasia)


Reporter: Chelsea Anastasia | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Manufaktur kontrak produksi atau maklon kosmetik, PT Nose Herbal Indo meresmikan laboratorium pusat inovasi Nose Innovation Center untuk penelitian dan pengembangan (research & development) herbal Indonesia sebagai bahan baku kosmetik, di Kelapa Gading, Jakarta Utara pada Senin, (23/2/2026).

Vice-CEO PT Nose Herbal Indo, Sri Rahayu Widya Ningrum mengatakan, pusat inovasi ini ditujukan menggenjot produksi kosmetik dan wellness (kesehatan) lokal. 

Melalui pusat inovasi ini, target pihaknya ialah untuk mempercepat industri kosmetik dan wellness berbasis bahan lokal yang berkualitas unggul, serta selaras dengan standar regulasi yang berlaku.

"Inisiatif ini diharapkan mampu mendorong terciptanya industri kosmetik dan wellness yang semakin kompetitif, serta memiliki kredibilitas tinggi dalam penerapan standar mutu dan regulasi," katanya di kantor PT Nose Herbal Indo, Kelapa Gading, Jakarta, Senin (23/2/2026).

Baca Juga: BPOM Bidik Nilai Pasar Kosmetik Nasional Capai Rp 158 Triliun pada 2026

Melalui langkah ini, Sri mengungkapkan pihaknya berusaha untuk terus menghadirkan inovasi yang berlandaskan kolaborasi antara akademisi, pelaku industri, dan pemerintah.

Memang, selama lebih dari enam terakhir, maklon yang memproduksi untuk jenama NPURE dan Finally Found You ini berfokus pada riset ilmiah dalam pengembangan kosmetiknya.

Inisiatif riset ilmiah ini juga disebut sebagai dukungan terhadap model kolaborasi academic, business, and government (ABG) yang diinsiasi oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) guna memperkuat ekosistem inovasi kosmetik Indonesia.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala BPOM Taruna Ikrar menjelaskan, pemanfaatan tanaman herbal terbagi menjadi dua, yaitu untuk kosmetik dan jamu.

Ia memaparkan, dari sekitar 20.000 nomor izin edar produk jamu yang terdaftar, hanya sekitar 91 produk yang telah naik kelas menjadi obat herbal terstandar. Artinya, masih kurang dari 1 persen produk jamu yang benar-benar berlandaskan riset saintifik.

Baca Juga: Industri Kosmetik Lokal Tumbuh Pesat, Pasar Diperkirakan Tembus Rp 158 Triliun

"Oleh karena itu, kami sangat mendukung Innovation Center oleh PT Nose Herbal Indo. Karena untuk mempercepat pengembangan (produk berbahan baku herbal berbasis riset ilmiah)," kata Taruna.

Dengan diresmikannya pusat inovasi ini, Taruna bilang pihaknya berharap semakin banyak industri kosmetik dan wellness yang produksinya berbasis penelitian dan pengembangan.

Targetnya, lanjut Taruna, produk herbal dengan landasan riset ilmiah dapat meningkat secara bertahap. Dari proporsi yang di bawah 1% saat ini, ke depan bisa meningkat ke 10% hingga 20% dalam jangka panjang.

“Ini seperti snow ball (bola salju). Kalau satu bergerak, yang lain akan ikut. Kita harapkan ini menginspirasi industri kosmetik dan obat herbal lainnya untuk berbasis riset," imbuhnya.

Baca Juga: Kosmetik Halal Indonesia Raup Potensi Transaksi Rp 213,79 Miliar di Malaysia

Selanjutnya: Strategi BRI Finance Dorong Penyaluran Pembiayaan Dana Tunai Selama Ramadan

Menarik Dibaca: Ramalan Zodiak Keuangan dan Karier Besok Selasa 24 Februari 2026, Atur Ketenangan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×