kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.798.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.819   62,00   0,35%
  • IDX 6.130   -76,16   -1,23%
  • KOMPAS100 809   -11,59   -1,41%
  • LQ45 620   -10,81   -1,71%
  • ISSI 215   -2,62   -1,20%
  • IDX30 354   -6,31   -1,75%
  • IDXHIDIV20 438   -8,62   -1,93%
  • IDX80 93   -1,35   -1,42%
  • IDXV30 121   -2,44   -1,98%
  • IDXQ30 115   -2,13   -1,83%

Indonesia Jadi Kontributor Utama Pertumbuhan SCG di ASEAN


Selasa, 26 Mei 2026 / 21:10 WIB
Diperbarui Selasa, 26 Mei 2026 / 21:11 WIB
Indonesia Jadi Kontributor Utama Pertumbuhan SCG di ASEAN
ILUSTRASI. Presiden dan CEO SCG, Thammasak Sethaudom (SCG/SCG)


Reporter: Muhammad Alief Andri | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. SCG mencatatkan kinerja positif pada kuartal I-2026 dengan pertumbuhan EBITDA sebesar 17% secara tahunan (year on year/YoY) menjadi Rp 8,3 triliun.

Dalam laporan terbarunya, SCG juga membukukan laba sebesar Rp 3,4 triliun dan total pendapatan penjualan mencapai Rp 68,9 triliun.

Baca Juga: Mendag Dorong Revisi Permendag 31/2023, Perlakuan Offline dan Online Harus Sama

Presiden dan CEO SCG Thammasak Sethaudom mengatakan, capaian tersebut didorong langkah proaktif perusahaan dalam menghadapi tekanan global, termasuk situasi geopolitik di Timur Tengah serta volatilitas harga bahan baku dan energi.

“Di tengah volatilitas yang masih berlangsung, SCG tetap menjaga disiplin keuangan secara ketat dan memperkuat daya saing bisnis agar tetap tangguh,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (26/5/2026).

Ia menambahkan, perusahaan terus memantau perkembangan global dan melakukan penyesuaian strategi untuk menjaga pertumbuhan jangka panjang.

Salah satu langkah strategis yang dilakukan yakni pembentukan “Daily War Room” sebagai pusat pengambilan keputusan manajemen guna merespons dinamika pasar secara cepat.

Baca Juga: Pabrik BBM di Banten Disegel Ditjen Gakkum ESDM, Diduga Izin Kedaluwarsa

Melalui pendekatan tersebut, SCG mempercepat pengadaan bahan baku global serta memastikan ketersediaan produk bernilai tambah tinggi atau high value-added products (HVA).

Selain itu, perusahaan juga meningkatkan efisiensi energi, memperluas penggunaan energi alternatif, serta mendorong penggunaan kendaraan listrik dalam distribusi produk.

SCG turut melakukan restrukturisasi operasional dan penghentian bisnis yang kurang menguntungkan. Langkah tersebut menghasilkan efisiensi biaya sekitar Rp 3,46 triliun pada 2026.

Ke depan, SCG akan fokus memperkuat infrastruktur regional pada periode 2026–2027 melalui konsolidasi produksi, adopsi teknologi otomatisasi dan robotik, serta pengembangan produk ramah lingkungan dan bernilai tinggi.

Dari sisi regional, Indonesia menjadi kontributor utama pertumbuhan SCG di kawasan ASEAN.

Pada kuartal I-2026, penjualan SCG di Indonesia tumbuh 16% secara tahunan menjadi Rp 5,05 triliun, dengan kontribusi sebesar 28% terhadap total penjualan regional.

Baca Juga: Sambut Idul Adha 2026, Ini Daftar Lokasi Salat Eid di Ruas Tol Astra Infra

Kinerja tersebut ditopang peningkatan bisnis petrokimia serta pertumbuhan ekspor regional.

Di segmen kemasan, bisnis SCGP mencatatkan pemulihan kinerja yang didorong efisiensi operasional dan pertumbuhan konsumsi domestik di ASEAN.

Sementara itu, sektor semen dan bahan bangunan tumbuh seiring meningkatnya proyek infrastruktur di kawasan regional.

Selain fokus pada kinerja bisnis, SCG juga aktif menjalankan berbagai inisiatif sosial di Indonesia, mulai dari bantuan pascabencana, pengembangan pendidikan, hingga program keberlanjutan berbasis ekonomi sirkular.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×