Reporter: Vina Elvira | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) menargetkan perolehan marketing sales 2026 lebih tinggi dibandingkan realisasi tahun sebelumnya, seiring dengan prospek permintaan properti yang dinilai mulai membaik.
Director of Business Development PWON Ivy Wong mengatakan, target marketing sales 2026 disusun secara prudent dan realistis.
PWON membidik marketing sales di atas realisasi 2025 yang tercatat sebesar Rp 1,5 triliun.
Baca Juga: Di IIMS 2026, Mitsubishi Komitmen Percepat Ekspor Destinator ke 50 Negara
“Untuk 2026, Perseroan menargetkan marketing sales yang lebih baik dibandingkan realisasi tahun sebelumnya sebesar Rp 1,5 triliun. Target ini disusun secara prudent dan realistis,” ujar Ivy kepada Kontan.co.id, Selasa (3/2/2026).
Ia menjelaskan, peningkatan marketing sales didorong oleh permintaan dari segmen end-user yang masih memiliki ruang pertumbuhan, seiring dengan stabilnya kondisi ekonomi serta dukungan kebijakan pemerintah di sektor properti.
Dari sisi proyek, PWON akan mengandalkan pengembangan proyek highrise di kawasan superblock yang telah matang, khususnya di Bekasi dan Surabaya.
Selain itu, proyek lanjutan dari kawasan existing juga mulai memberikan kontribusi terhadap penjualan.
“Marketing sales 2026 akan ditopang oleh proyek highrise di superblock yang telah terbukti memiliki daya serap kuat, baik di Bekasi maupun Surabaya,” jelas Ivy.
Baca Juga: Pakuwon Jati (PWON) Siapkan Capex Rp 2,2 Triliun di Tahun 2026
Kontribusi tambahan juga diharapkan berasal dari pengembangan tahap lanjutan Kota Kasablanka, serta peluncuran proyek landed house di Surabaya.
Dengan portofolio proyek yang solid serta strategi penjualan yang disiplin, PWON optimistis kinerja marketing sales pada 2026 dapat tumbuh lebih baik dibandingkan tahun 2025.
Untuk mencapai target tersebut, Perseroan menerapkan strategi pemasaran dan penjualan yang terfokus, disiplin, serta adaptif terhadap dinamika pasar.
“Perusahaan memprioritaskan proyek-proyek superblock dengan ekosistem yang telah matang, dengan menonjolkan keunggulan lokasi serta integrasi fungsi hunian, ritel, dan gaya hidup yang menjadi faktor utama dalam keputusan pembelian konsumen,” ungkapnya.
Dari sisi produk dan skema penjualan, PWON menyesuaikan komposisi unit, harga, serta metode pembayaran agar tetap relevan dengan kebutuhan pasar.
Baca Juga: ALI: Bisnis Logistik Berpeluang Tumbuh 6%–8% pada 2026
Di sisi lain, strategi pemasaran digital dan berbasis data terus diperkuat untuk menjangkau konsumen secara lebih efektif serta meningkatkan kualitas prospek dan konversi penjualan.
“Secara keseluruhan, strategi ini dirancang untuk mendorong pertumbuhan marketing sales yang berkelanjutan, dengan tetap menjaga kesehatan arus kas dan fundamental Perseroan,” tandas Ivy.
Selanjutnya: Asosiasi DPLK Proyeksi Imbal Hasil Investasi di Kisaran 6,5% hingga 7% pada 2026
Menarik Dibaca: Ramalan Zodiak Keuangan dan Karier Besok Jumat 6 Februari 2026, Keadaan Harmonis
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













