kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

Pandemi corona, permintaan sepeda di dalam negeri justru malah melonjak


Minggu, 14 Juni 2020 / 10:56 WIB
ILUSTRASI. Penjualan Sepeda Meningkat: Suasana sebuah gerai penjualan sepeda di Jakarta Selatan, Kamis (11/6). Pandemi Covid-19 menyebabkan banya warga masyarakat berburu sepeda sebagai alat olahraga. Hal tersebut dikarenakan dengan bersepeda kesehatan terjaga serta


Reporter: Muhammad Julian | Editor: Khomarul Hidayat

Kerek produksi

Meski begitu, sejumlah produsen sepeda di dalam negeri mengaku tidak mengalami kendala ketersediaan komponen untuk saat ini. Hendra mengatakan pasokan komponen dari China dan Taiwan mampu memenuhi kebutuhan yang ada.

Tidak tanggung-tanggung, RMB bahkan berencana mengerek volume produksinya hingga sebesar 20%-30% pada bulan ini lalu kemudian dinaikan hingga 50% pada bulan ketujuh dengan memanfaatkan tambahan kapasitas produksi yang baru didapat pasca penambahan satu lini produksi di awal bulan. Tujuannya ialah untuk menggenggam peluang pasar sepeda yang sedang ramai.

Sedikit gambaran, sebelumnya, RMB hanya memiliki dua lini produksi di pabrik perusahaan yang berlokasi di Kendal, Jawa Tengah. Dengan kedua lini yang dimiliki, sebelumnya RMB mampu produksi 850 hinngga 1.000 sepeda per harinya, bergantung kepada tingkat kerumitan dari jenis sepeda yang diproduksi.

“Kami sudah nambah orang untuk produksi, armada mobil pengiriman juga kami tambah terus, ada sekitar 6 - 7 mobil box baru,” kata Hendra.

Hal serupa juga diungkapkan oleh William. Menurutnya, Insera Sena memang sempat sedikit mengalami kendala pasokan komponen karena tingginya permintaan lokal di negara pemasok. Akan tetapi, pasokan komponen yang dibutuhkan oleh perusahaa sudah semakin membaik sehingga produksi dapat dilakukan secara normal.

“Secara produksi kami balik ke kondisi normal di mana pada saat awal pandemi kami sempat  mengurangi produksi,” ujar  William.

Baca Juga: Brompton tipe M paling populer di dunia, harganya? Tidak membuat kantong bolong

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×