kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45839,62   -5,89   -0.70%
  • EMAS1.349.000 0,52%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Paperocks Indonesia (PPRI) Bangun Gudang Baru di Kuartal II 2024


Selasa, 11 Juni 2024 / 17:13 WIB
Paperocks Indonesia (PPRI) Bangun Gudang Baru di Kuartal II 2024
ILUSTRASI. Produk kemasan kertas PT Paperocks Indonesia Tbk (PPRI)


Reporter: Leni Wandira | Editor: Putri Werdiningsih

JAKARTA - Emiten kertas dan karton, PT Paperocks Indonesia Tbk (PPRI) akan menambah gudang baru pada Kuartal II-2024. Direktur Utama sekaligus pemilik PPRI, Catur Jatiwaluyo menjelaskan penambahan gudang itu sering dengan pertumbuhan penjualan perseroan di tahun ini.

"Seiring pertumbuhan penjualan PPRI di tahun 2024 maka diperlukan tambahan gudang untuk inventory," kata Catur kepada kontan saat ditemui beberapa waktu lalu di kantornya.

Catur menargetkan bahwa pembangunan gudang itu akan di mulai pada bulan Juli 2024. Diharapkan gudang tersebut dapat beroperasi pada Desember akhir tahun ini atau paling lambat awal Januari 2025.

Baca Juga: Inilah Profil Singkat Empat Emiten Anyar di Bursa

"Estimasi pembangunan gudang baru di semester ke 2 tahun ini dan direncanakan paling cepat di akhir tahun atau di awal 2025 sudah dapat digunakan," ungkapnya.

Kini progresnya sudah mencapai tahap balik nama atas kepemilikan tanah yang telah dibeli. Perusahaan juga sudah memanggil konsultan arsitek untuk proses perencanaan.

Baca Juga: Darya-Varia (DVLA) Bidik Kenaikan Pendapatan 7% Tahun Ini

Catur berharap kapasitas gudang baru ini bisa mencapai dua kali lipat dari kapasitas gudang yang saat ini sudah beroperasi di kawasan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Asumsinya kalau sekarang gudang Paperocks Indonesia dapat menampung 730 palet barang, maka harapannya untuk gudang kedua ini ditaksir dapat menampung sebanyak 1460 palet barang.

Untuk merealisasikan rencana tersebut, PPRI menyiapkan alokasi belanja modal atau capital expenditure (Capex) sebesar Rp 12 miliar - Rp 15 miliar di tahun 2024. 

"Perkiraannya seperti itu, tetapi saya tidak tahu realisasinya karena harga bahan bangunan kan naik terus," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×