kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.557.000   3.000   0,12%
  • USD/IDR 18.093   -96,00   -0,53%
  • IDX 5.030   110,49   2,25%
  • KOMPAS100 648   16,04   2,54%
  • LQ45 514   12,41   2,48%
  • ISSI 166   2,88   1,77%
  • IDX30 289   6,27   2,22%
  • IDXHIDIV20 389   6,59   1,72%
  • IDX80 75   1,80   2,47%
  • IDXV30 108   1,64   1,54%
  • IDXQ30 97   2,23   2,35%

Pasar 5G Berkembang, Teltonika Bidik Infrastruktur Digital Industri di Indonesia


Kamis, 05 November 2026 / 17:08 WIB
Pasar 5G Berkembang, Teltonika Bidik Infrastruktur Digital Industri di Indonesia
ILUSTRASI. Pasar 5G Berkembang, Teltonika Bidik Infrastruktur Digital Industri di Indonesia (KONTAN/Leni Wandira)


Reporter: Leni Wandira | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Teltonika Networking Solutions mendorong pemanfaatan teknologi konektivitas 5G dan pengelolaan perangkat jarak jauh atau remote management untuk mendukung kebutuhan operasional industri dan sektor komersial di Indonesia. 

Kebutuhan tersebut meningkat seiring semakin luasnya penggunaan perangkat digital dan Internet of Things (IoT) dalam kegiatan bisnis.

Perusahaan teknologi asal Lithuania ini memperkenalkan berbagai solusi jaringan melalui Networking Solutions Summit yang untuk pertama kalinya digelar di Indonesia pada 5 November 2026 di Thamrin Nine Ballroom, Jakarta.

CEO Teltonika Indonesia Elisa Pramono mengatakan, perkembangan digitalisasi di Indonesia mendorong kebutuhan infrastruktur jaringan yang andal dan fleksibel. Konektivitas dibutuhkan oleh berbagai sektor, mulai dari layanan pembayaran digital, jaringan ritel, hingga industri manufaktur.

“Indonesia sendiri memiliki potensi besar dalam pengembangan konektivitas industri, seiring meningkatnya kebutuhan dunia usaha akan infrastruktur jaringan yang andal dan fleksibel. Bagi Teltonika Indonesia, pertumbuhan di Indonesia bukan hanya tentang menghadirkan teknologi, tetapi juga memahami kebutuhan pasar lokal dan membangun kemitraan jangka panjang dengan para pelaku industri,” ujar Elisa di Jakarta, Kamis (5/11/2026).

Baca Juga: Komdigi Klaim Konektivitas Tembus 90%, 5G Digenjot dalam Tiga Tahun

Networking Solutions Summit tersebut mempertemukan sekitar 100 mitra bisnis, praktisi industri, dan ahli Teltonika untuk membahas perkembangan konektivitas industri, penerapan IoT, serta peluang pemanfaatan teknologi jaringan dalam kegiatan usaha.

Head of South Asia Sales Teltonika Networks Tadas Padegimas mengatakan, perusahaan ingin memperkenalkan inovasi terbaru sekaligus memperkuat kemitraan dengan pelaku industri lokal. Teltonika juga berkomitmen mengembangkan perangkat keras, perangkat lunak, dan keamanan siber untuk mendukung kebutuhan pasar.

Salah satu teknologi yang menjadi pembahasan utama adalah konektivitas 5G. Perluasan infrastruktur 5G di Indonesia dinilai membuka peluang bagi sektor industri yang membutuhkan kapasitas jaringan lebih besar, latensi lebih rendah, dan konektivitas yang lebih stabil.

Head of Indonesia Sales Teltonika Indonesia Ilfat Nuriev mengatakan, adopsi 5G di Indonesia mulai berkembang, terutama di kota-kota besar. Pemanfaatannya juga mulai terlihat di sektor pertambangan yang membutuhkan komunikasi andal untuk mendukung kegiatan operasional.

“Adopsi 5G di Indonesia berkembang pesat, terutama di kota-kota besar. Kami juga mulai melihat dampaknya di sektor pertambangan. Konektivitas yang andal dengan latensi rendah dapat membantu operator pertambangan mengurangi keterlambatan komunikasi dan meminimalkan risiko kesalahan akibat gangguan koneksi,” kata Ilfat.

Baca Juga: TelkomGroup Perkuat Infrastruktur Digital Indonesia melalui Kolaborasi AI Data Center

Meski demikian, penerapan teknologi 5G tetap perlu mempertimbangkan cakupan jaringan, kompatibilitas perangkat, biaya implementasi, serta kebutuhan aplikasi di masing-masing sektor. Dalam sejumlah proyek, teknologi 4G masih dapat menjadi pilihan yang sesuai dengan kebutuhan operasional.

Ke depan, Teltonika juga melihat potensi teknologi 5G RedCap untuk memperluas penerapan IoT. Teknologi ini menawarkan konektivitas 5G yang lebih sesuai bagi perangkat dengan kebutuhan jaringan yang tidak terlalu kompleks. Namun, penerapannya di Indonesia masih bergantung pada ketersediaan jaringan, dukungan operator, dan pemenuhan sertifikasi perangkat.

Selain konektivitas, Teltonika menyoroti kebutuhan perusahaan dalam mengelola perangkat jaringan yang tersebar di berbagai lokasi. Pengelolaan secara konvensional dapat membutuhkan biaya dan waktu tambahan karena perusahaan harus mengirim teknisi ke lokasi ketika terjadi gangguan.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Teltonika memperkenalkan Remote Management System (RMS), platform terpusat yang memungkinkan perusahaan memantau dan mengelola perangkat jaringan yang kompatibel dari jarak jauh.

Melalui RMS, perusahaan dapat melakukan konfigurasi perangkat, pembaruan firmware, penanganan gangguan, hingga mengakses perangkat yang terhubung melalui router Teltonika. Sistem ini juga mendukung pengelolaan perangkat dari berbagai vendor melalui fitur RMS Connect.

Baca Juga: Mendukung Infrastruktur Digital, Pemerintah Harus Mendorong Skema Skema Fair Share

Ilfat mencontohkan, salah satu pelanggan di sektor kedai kopi mengelola lebih dari 1.000 perangkat di berbagai lokasi di Indonesia. Dengan RMS, pelanggan tersebut dapat melakukan konfigurasi perangkat secara bersamaan, menerima notifikasi ketika terjadi gangguan konektivitas, serta mengakses perangkat tanpa harus mendatangi setiap lokasi.

Di sektor perbankan, RMS juga digunakan untuk memantau konektivitas mesin anjungan tunai mandiri (ATM) dan menangani gangguan dari jarak jauh. Dengan demikian, kebutuhan kunjungan teknisi ke lokasi dapat dikurangi.

Menurut Ilfat, pengelolaan perangkat dari berbagai vendor melalui platform yang berbeda juga menjadi tantangan bagi perusahaan. RMS berupaya menyederhanakan proses tersebut melalui satu platform untuk pemantauan dan akses jarak jauh.

Dalam kegiatan tersebut, Teltonika turut memperkenalkan sistem operasi RutOS yang dikembangkan untuk perangkat jaringan mereka. Peserta juga memperoleh kesempatan melihat demonstrasi RMS dan berbagai solusi jaringan Teltonika, termasuk perangkat yang telah mengantongi sertifikasi SDPPI atau Postel untuk digunakan di Indonesia.

Melalui pengembangan solusi konektivitas dan pengelolaan perangkat tersebut, Teltonika menargetkan penguatan kemitraan dengan pelaku industri lokal. Perusahaan juga ingin memperluas penerapan solusi jaringan untuk mendukung kebutuhan operasional bisnis di Indonesia.

Baca Juga: Adopsi Kecerdasan Buatan Meningkat, Infrastruktur Digital Menjadi Kunci

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×