kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.870   -65,00   -0,36%
  • IDX 5.821   -75,34   -1,28%
  • KOMPAS100 752   -12,33   -1,61%
  • LQ45 573   -10,72   -1,84%
  • ISSI 201   -1,70   -0,84%
  • IDX30 325   -6,09   -1,84%
  • IDXHIDIV20 401   -6,69   -1,64%
  • IDX80 86   -1,38   -1,59%
  • IDXV30 108   -1,25   -1,14%
  • IDXQ30 105   -1,88   -1,76%

Pasar buah lokal makin manis


Jumat, 22 Agustus 2014 / 17:26 WIB
ILUSTRASI. Klik Sscasn.bkn.go.id, Masa Sanggah Pengumuman PPPK Guru 2022 Dimulai Hari Ini (10/3)


Reporter: Mona Tobing | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Selama ini produk buah segar menjadi andalan industri buah tanah air. Padahal ada sektor produk buah lain yang berpotensi digarap yakni industri pengolahan buah potong atau cutting fresh fruit. Pasar yang dibidik untuk buah potong adalah kelas menengah dan pekerja kantoran.

Ketua Asosiasi Eksportir Buah dan Sayuran Indonesia (AESBI) Hasan Wijaya menambahkan, Indonesia tidak perlu berkecil hati dengan penolakan dua negera yakni Jepang dan Tiongkok atas buah Indonesia. Sebab pangsa pasar dalam negeri justru tengah bergairah. Hal ini terlihat dengan makin menjamurnya ritel penjual buah di kota-kota besar.

"Tinggal bagaimana cara kita melakukan pengemasan yang baik. Serta menjaga harga buah lokal tidak semahal harga buah impor," ujar Hasan kemarin (21/8).

Namun harus diakui investasi untuk industri buah potong tidaklah murah. Pengusaha harus memiliki kendaraan bermotor atau mobile vendor untuk distribusi. Lalu, pendingin higienis.

Pada tahun 2013 angka sementara Badan Pusat Statistik (BPS) produksi buah berorientasi ekspor mangga mencapai 2,05 juta ton pertahun. Lalu, pisang  mencapai 5,3 juta ton. Salak mencapai 991.762 ton dan jeruk mencapai 1,4 juta ton.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×