kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.750.000   -18.000   -0,65%
  • USD/IDR 17.741   18,00   0,10%
  • IDX 6.406   -95,98   -1,48%
  • KOMPAS100 833   -14,48   -1,71%
  • LQ45 633   -9,40   -1,46%
  • ISSI 225   -3,43   -1,50%
  • IDX30 354   -4,60   -1,28%
  • IDXHIDIV20 432   -4,21   -0,97%
  • IDX80 95   -1,63   -1,69%
  • IDXV30 120   -1,45   -1,19%
  • IDXQ30 113   -1,10   -0,97%

Pasar Properti Kuartal II-2026 Melandai, Bekasi dan Tangerang Makin Diminati


Rabu, 26 Agustus 2026 / 15:45 WIB
Pasar Properti Kuartal II-2026 Melandai, Bekasi dan Tangerang Makin Diminati
ILUSTRASI. Pasar Properti Karawang Tumbuh, Begini Strategi Citanusa Perkuat Kepastian Hunian (Dok/Citanusa Group)


Reporter: Vina Elvira | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Aktivitas pasar properti residensial Indonesia pada kuartal II 2026 menunjukkan tren yang lebih moderat.

Data terbaru Pinhome mencatat, dari skor berskala 0–100, Market Signal Score pada kuartal II-2026 tercatat 50,3, melandai dibanding puncak aktivitas pada akhir 2025.

Meski demikian, kondisi pasar masih relatif stabil, didukung pasokan properti yang tetap kuat dan mulai membaiknya kecepatan transaksi.

CEO & Founder Pinhome Dayu Dara Permata menjelaskan bahwa penurunan paling signifikan terjadi pada aktivitas pencarian, seperti penggunaan filter, penyimpanan (wishlist), dan pembagian listing dengan skor 38,8/100.

Di sisi lain, minat calon pembeli untuk menghubungi agen maupun pemilik properti tetap terjaga.

Baca Juga: Ruang Kosong Perkantoran di Jakarta Capai 3 Juta Meter Persegi hingga Kuartal II-2026

Pola ini mengindikasikan bahwa  permintaan masih ada, namun calon pembeli kini lebih selektif dan mempertimbangkan pilihan properti secara lebih matang.

“Calon pembeli kini lebih fokus pada properti yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan anggaran mereka. Artinya, yang melambat bukan minat untuk membeli, melainkan proses pengambilan keputusan yang menjadi lebih terukur,” ungkap Dara, dalam keterangannya, Rabu (26/8/2026).

Sementara itu, pasokan properti menjadi penopang utama kondisi pasar dengan skor 56,8/100.

Jumlah listing baru tetap tinggi, disertai peningkatan proporsi listing dengan urgensi untuk segera terjual, seperti keterbukaan untuk negosiasi harga maupun menjual secepat mungkin. 

“Di tengah meningkatnya fleksibilitas dari sisi penjual, kondisi ini membuka peluang bagi pembeli untuk memperoleh kesepakatan yang lebih optimal,” jelas Dara.

Dari sisi kecepatan transaksi, sinyal positif terlihat pada indeks ini dengan skor 55,4/100. Setelah sempat melambat pada kuartal I-2026, waktu yang dibutuhkan sebuah listing untuk memperoleh penawaran pertama kembali membaik pada Juni 2026.

Perbaikan terutama didorong oleh listing yang dipasarkan melalui agen, yang lebih cepat menarik minat calon pembeli.

Baca Juga: Konflik Timur Tengah Berpotensi Makin Menekan Pasar Properti Tanah Air

Berdasarkan wilayah fokus pasar bergerak, tren pada kuartal II-2026 menunjukkan niat membeli tidak merata antar wilayah. Penurunan minat membeli paling tajam di Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan Kota Depok.

Sementara itu, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Tangerang, dan Kabupaten Bogor justru mencatatkan penguatan. Wilayah kota di luar Jakarta seperti Kota Bekasi, Kota Tangerang, dan Surabaya juga menunjukkan peningkatan minat, sedangkan Kota Bandung bergerak relatif stabil.

“Pola ini mengindikasikan bahwa arah pusat aktivitas pasar mulai bergeser ke kawasan penyangga dan berpotensi berlanjut dalam beberapa kuartal mendatang,” sebutnya.

Mengaitkan dari sisi dinamika permintaan dan pasokan, koridor Bekasi, Tangerang, dan Surabaya menjadi pasar yang paling dinamis dengan pertumbuhan minat beli dan listing baru yang sama-sama menguat.

Hal ini diperkuat oleh data dari APEX, Kantor Agen Properti Eksklusif, yang mengaitkan dari sisi dinamika permintaan dan pasokan, koridor Bekasi, Tangerang, dan Surabaya menjadi pasar yang paling dinamis dengan pertumbuhan minat beli dan listing baru yang sama-sama menguat di kuartal II-2026. Sebaliknya, Jakarta Selatan mencatat pelemahan pada kedua sisi.

Di sisi lain, Kabupaten Bogor menunjukkan pasar yang semakin kompetitif karena permintaan meningkat di tengah pasokan yang menyusut, sementara Bandung dan Jakarta Timur menawarkan ruang negosiasi yang lebih besar bagi pembeli karena pertumbuhan pasokan melampaui peningkatan minat.

Baca Juga: Pasar Properti Jakarta Memasuki Fase Pertumbuhan yang Lebih Berkelanjutan

Pinhome Indonesia Property Market Signal merupakan indikator dini yang mengukur aktivitas pencarian, interaksi listing, penawaran, pasokan rumah, dan kecepatan transaksi untuk memberikan gambaran arah pergerakan pasar beberapa bulan sebelum tercermin pada angka transaksi aktual.

Indikator ini menggunakan skala 0–100, di mana skor yang lebih tinggi mengindikasikan aktivitas pasar yang menguat, sedangkan skor yang lebih rendah menunjukkan aktivitas yang cenderung melambat dibandingkan periode acuan.

Karena itu, Pinhome Indonesia Property Market Signal dirancang untuk menangkap sinyal-sinyal awal tersebut sehingga dapat 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×