kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.705   -34,00   -0,19%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Pedagang pasar desak pemerintah kendalikan kenaikan harga kebutuhan pokok


Selasa, 07 April 2020 / 14:27 WIB
ILUSTRASI. Suasana penjualan kebutuhan pokok di Pasar Senen, Jakarta, Selasa (04/02).


Reporter: Ratih Waseso | Editor: Noverius Laoli

Begitu juga dengan teman bawang putih yaitu bawang merah, yang kini sentuh angka Rp 53.000 per kg. "Bawang merah sudah Rp 53.000, saya kira bawang merah ini cukup mengkhawatirkan posisinya karena kenaikannya konsisten," ungkapnya.

Ikappi menegaskan bahwa kenaikan beberapa komoditas seperti gula, cabe rawit merah, bawang merah dan bawang putih yang konsisten setiap harinya perlu segera diantisipasi pemerintah.

"Perlu diantisipasi dari pemerintah, upaya-upaya percepatan. Yang impor kan bawang putih ya, dan impor sudah siap kata pemeritah. Bawang merah stok cukup tapi ngga sekuat sebelumnya. Apakah ini terganggu distribusi atau apa ini kami sedang konfirmasi," terangnya.

Dengan adanya kenaikan komoditas bahan pangan saat ini Abdullah menyebut perlu adanya stimulus bagi para pedagang.

"Otomatis stimulus perlu. Karena modal yang dikeluarkan cukup tinggi dan kemampuan permodalan kami terbatas, maka stimulus penting diberikan pedagang. Selain upaya pemerintah jaga pasar tetap steril jaga dari penyebaran virus covid-19," jelasnya.

Baca Juga: Kemenag gelar sidang isbat awal Ramadhan 1441 hijriah pada 23 April

Mengenai kenaikan permintaan bahan pangan selama pandemi Covid-19 terlebih untuk bahan pangan gula, bawang putih, bawang merah, dan cabe rawit merah sudah mulai terlihat terutama di Jakarta.

Keempat bahan pangan tersebut alami kenaikan permintaan sekitar 30% di pasaran. Kenaikkan keempatnya cukup terlihat pada beberapa minggu terakhir.

"Pasang surut memang tapi kelihatan dari Sabtu, Minggu, Senin lalu Selasa ini cukup tinggi permintaan kurang lebih peningkatan sekitar 30% terlebih komoditas empat tadi ya, sisanya kayak beras masih 20%," terangnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×