kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.830.000   -50.000   -1,74%
  • USD/IDR 17.211   48,00   0,28%
  • IDX 7.542   -17,77   -0,24%
  • KOMPAS100 1.031   -8,30   -0,80%
  • LQ45 736   -7,70   -1,04%
  • ISSI 273   -0,06   -0,02%
  • IDX30 401   0,75   0,19%
  • IDXHIDIV20 492   5,09   1,05%
  • IDX80 115   -0,96   -0,82%
  • IDXV30 141   2,14   1,54%
  • IDXQ30 129   0,46   0,36%

Pekan ini Pertamina umumkan pemenang Kilang Tuban


Senin, 23 Mei 2016 / 17:08 WIB


Reporter: Febrina Ratna Iskana | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. PT Pertamina (persero) berjanji akan segera mengumumkan pemenang beauty contest untuk kilang Tuban. Saat ini sudah ada lima calon mitra yaitu Rosneft, Saudi Aramco, China National Offshore Oil Corporation/CNOOC, Kuwait Petroleum International/KPI, konsorsium PT TGC dan Thai Oil.

"Kami telah memiliki lima calon mitra yang masuk ke final beauty contest. Hari Kamis (26/5) nanti akan kami putuskan (pemenangnya)," kata Rachmad Hardadi, Direktur Pengelolaan Pertamina, Senin (23/5).

Pertamina sejatinya telah memiliki kandidat kuat patner pembangunan kilang Tuban, yaitu Rosneft dan Saudi Aramco. Dalam kunjungan pemerintah ke Rusia pada akhir pekan lalu, Rachmad bilang belum ada penandatanganan kerjasama untuk kilang Tuban.

"Waktu di Rusia itu forum Rusia-Asean Oil and Gas Summit. Presiden Jokowi hadir sebagai delegasi kepala negara Asean, yang pembicaraannya antarkepala negara. Soal Tuban masih dalam tahapan beauty contest, sabarlah sedikit," ungkap Rachmad.

Rachmad pun menyebut proyek pembangunan kilang Tuban memang merupakan proyek kilang yang paling besar di Indonesia. Investasi untuk proyek ini mencapai US$ 13 milair hingga US$ 15 miliar dengan kapasitas kilang bisa lebih dari 300.000 barel per hari (bph).

Untuk itu, diperlukan mitra yang tidak hanya mampu membangun kilang tetapi memiliki pasokan minyak yang cukup besar. Menteri BUMN Rini Soemarno pun menyebut bilang dua kandidat baik dati Arab Saudi dan Rusia merupaka dia negara dengan produksi minyak yang cukup besar.

"Kalau bicara mengenai perminyakan, produksi terbesar Saudi Arabia. Produksi kedua terbesar kedua di dunia Rusia. Kita harus mempunyai supply security, kita harus lihat semua potensi," tegas Rini. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Capital Structure

[X]
×