Reporter: Dede Suprayitno | Editor: Yudho Winarto
JAKARTA. Sejumlah pelaku e-commerce mengaku permintaan barang menjelang lebaran meningkat. Misalnya saja dalam laporan perusahaan OLX Indonesia terjadi peningkatan jumlah permintaan.
”Kalau di OLX jumlah listing dan barang listing cenderung naik,” ujar CEO OLX Indonesia Daniel Tumiwa, Kamis (16/6)
Dia mengungkapkan tren itu lantaran munculnya fenomena dari konsumen yang ingin mendapatkan penghasilan tambahan menjelang lebaran. ”Harga barang-barang yang ditawarkan saat Ramadan ini bahkan cenderung miring,” katanya.
Pertumbuhan jumlah transaksi, kata Daniel, tercatat 18-20 persen dibandingkan bulan-bulan di luar Ramadan. Dia menilai, bulan Ramadan memang menjadi bulan pendek sebelum masuk lebaran yang berpengaruh terhadap fenomena pertumbuhan permintaan.
Pertumbuhan jumlah permintaan tersebut juga dialami oleh Tokopedia.com. Public Relation Tokopedia.com Siti Fauziah mengungkapkan peningkatan tersebut lantaran untuk menjawab kebutuhan masyarakat menjelang lebaran.
”Tapi pasca lebaran penjualan juga akan turun, biasanya beberapa toko di tokopedia juga tutup. Hampir sama trennya dengan jualan secara offline ya,” ujar Siti.
Turunnya pertumbuhan pasca lebaran menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku e-commerce. Hal itu dirasakan betul oleh OLX Indonesia. Daniel mengungkapkan pihaknya perlu membuat rebound yang harus dilakukan secepat mungkin.
Jika dua tahun sebelumnya mampu disiasati dengan membutuhkan waktu 1,5 bulan, maka tahun kemarin membutuhkan waktu 3 pekan. ”Tahun ini kita target 1,5 minggu,” ungkapnya.
Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Asosiasi e-commerce Indonesia mengungkapkan perlunya perhatian pemerintah terhadap pertumbuhan e-commerce di Indonesia.
Sebab, menurutnya dengan effort yang kecil, pemerintah dapat merasakan manfaat yang banyak. ”Dalam 12 bulan terakhir, pemerintah belum pernah memberi perhatian lebih besar dari industri,” ujarnya.
Dia menambahkan, kebijakan terhadap e-commerce seharusnya juga dilindungi, setara dengan perlindungan pemerintah terhadap konsumen. “Perlu buat roadmap yang pro teknopreneur, sektor lain sudah punya seperti itu,” katanya.
Meskipun demikian pada dasarnya pemerintah memiliki empat program yang dirancang untuk menunjang hal tersebut.
Direktur e-business, Kemenkominfo Azhar Hasyim menjelaskan keempat program tersebut di antaranya, program desa broadband terpadu, pengembangan Palapa Ring, mentransformasi 3G menjadi 4G LTE, dan penataan spektrum, reforming, serta Digital Dividend.
"Ini untuk mendorong UKM masuk online, sebab kalau tidak bisa mengimbangi bisa mati sendiri," ujar Azhar Hasyim dalam paparan talkshow Bring Up, Embarsing e-Commerce Booming.
Namun keempat program tersebut dinilai masih belum memberikan kontribusi yang cukup berarti bagi perkembangan e-commerce. ”Soalnya baru dilaksanakan tahun ini,” ujar Daniel Tumiwa.
Dia menilai pemerintah belum memberikan upaya yang cukup berarti terhadap pertumbuhan e-commerce. Pelaku e-commerce dituntut untuk berkerja ekstra dalam mengembangkan bisnis mereka.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News