kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.809.000   -16.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.222   -19,00   -0,11%
  • IDX 7.107   -22,97   -0,32%
  • KOMPAS100 961   -5,51   -0,57%
  • LQ45 687   -4,03   -0,58%
  • ISSI 257   -1,74   -0,67%
  • IDX30 379   -2,57   -0,67%
  • IDXHIDIV20 465   -6,38   -1,35%
  • IDX80 108   -0,59   -0,55%
  • IDXV30 136   -1,32   -0,96%
  • IDXQ30 121   -1,18   -0,97%

Pelaku Usaha Susu Berharap MBG dan P2SDN Mampu Dorong Persusuan Nasional


Senin, 27 April 2026 / 19:54 WIB
Pelaku Usaha Susu Berharap MBG dan P2SDN Mampu Dorong Persusuan Nasional
ILUSTRASI. Produksi susu sapi kemasan untuk kebutuhan MBG (ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho)


Reporter: Chelsea Anastasia | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pelaku usaha susu mengandalkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Peningkatan Susu dan Daging Nasional (P2SDN) untuk membangkitkan sektor persusuan nasional pada tahun ini.

Direktur Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI) Yusup Munawar mengatakan, di tengah sejumlah tantangan yang masih dihadapi para pelaku usaha, sektor ini masih bergantung pada program pemerintah.

“Kedua program tersebut diharapkan menjadi momentum mendorong pertumbuhan sektor persusuan, sehingga manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat dan peternak rakyat,” ujarnya kepada Kontan, Minggu (26/4/2026).

Baca Juga: Apkasindo Sebut Pabrik Sawit Tanpa Kebun Kunci Jaga Harga TBS Petani

Selain itu, Yusup bilang kemitraan yang sehat dan saling menguntungkan antara koperasi dan industri masih perlu diperluas. Dengan begitu, ia menilai pertumbuhan pasar dapat berjalan seiring dengan peningkatan produksi dalam negeri.

Sementara dari sisi hulu, ia menyebut peningkatan populasi sapi perah, ketersediaan bibit berkualitas, ketersediaan lahan, ketersediaan pakan, serta peningkatan produktivitas menjadi agenda penting yang diharapkan terus mendapat dukungan.

GKSI berharap pemerintah dapat terus memberikan perhatian dan dukungan. Pasalnya, sektor ini dinilai memiliki peran penting dalam pemenuhan gizi masyarakat, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan ekonomi pedesaan.

Ke depan, GKSI memandang pentingnya kolaborasi yang semakin erat antara pemerintah, koperasi, peternak, industri pengolahan susu, lembaga keuangan, hingga akademisi. “Hal ini agar ekosistem persusuan nasional dapat tumbuh lebih kuat dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menambahkan, sejumlah tantangan yang masih membayangi industri susu saat ini di antaranya harga sapi impor yang kian mahal, padahal ketersediaan bibit sapi perah lokal berkualitas juga dinilai masih terbatas.

Adapun tantangan lainnya ialah regenerasi peternak muda yang masih belum optimal, serta fluktuasi harga susu global yang turut memengaruhi daya saing susu lokal. 

Baca Juga: Industri Susu Lokal Tertekan Biaya Pakan dan Tingginya Harga Sapi Impor

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Capital Structure

[X]
×