Reporter: Amalia Nur Fitri | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT XL Axiata Tbk (EXCL) menyatakan peningkatan modal yang dialirkan untuk anak usahanya di bidang data center, yakni PT Princeton Digital Group Data Centres (PDGDC) merupakan bagian dari kesepakatan kerja sama.
Group Head Corporate Communication PT XL Axiata Tbk (EXCL), Tri Wahyuningsih menuturkan pula aksi tersebut bertujuan pula untuk meningkatkan kelancaran operasional bisnis data center Perseroan.
"Peningkatan modal yang dilakukan XL Axiata tersebut merupakan bagian dari kesepakatan kerja sama kedua belah pihak. Ini juga bertujuan untuk meningkatkan kelancaran operasional bisnis data center," jelas Ayu kepada Kontan, Jumat (12/3) lalu.
Baca Juga: Soal terbitnya PP nomor 46 tahun 2021, begini tanggapan XL Axiata (EXCL)
Sebagai informasi, EXCL kembali menyuntik modal anak usahanya di bidang data center, yakni PT Princeton Digital Group Data Centres (PDGDC).
Semula, PDGDC mencatatkan modal dasar, modal disetor dan ditempatkan senilai Rp589,20 miliar. Setelah transaksi, PDGC memiliki modal dasar, modal disetor dan ditempatkan senilai Rp 618,88 miliar.
EXCL sendiri urung membuka detail target maupun kontribusi data center bagi Perseroan. Pihaknya hanya mengatakan jika lini bisnis data center tentu memberikan kontribusi terhadap pendapatan perusahaan.
"Ini selaras dengan semakin banyaknya perusahaan-perusahaan dan entitas bisnis yang beralih memanfaatkan cloud. Kami ambil kesempatan di sana dan percaya bisnis layanan data center di Indonesia akan sangat menjanjikan dan permintaan penggunaan layanan data center akan semakin meningkat," jelasnya.
Di sisi yang lain, lanjutnya, mulai banyak muncul pula penyedia layanan cloud skala besar yang akan melayani peningkatan kebutuhan penggunaan layanan data center tersebut.
Untuk tahun 2021, EXCL juga belum berkenan membeberkan target kinerja bisnisnya. Pihaknya menyatakan, di tahun 2021 menargetkan untuk bisa tumbuh selaras atau lebih baik dibandingkan rata-rata pertumbuhan industri.
Sementara pada 2020, EXCL mengakui mendulang kinerja yang solid di tengah pandemi Covid-19. Pada tahun 2020, EXCL membukukan kenaikan pendapatan 3% sepanjang 2020 menjadi sebesar Rp 26,02 triliun.
Kenaikan ini didorong pendapatan layanan data yang tumbuh 10% year on year (yoy) menjadi Rp 21,39 triliun, mengingat kontribusinya terhadap total pendapatan mencapai 92%.
Baca Juga: Prediksi IHSG hari ini Jumat (26/2) menguat, saham EXCL, INDY, DOID bisa jadi pilihan
Nilai pendapatan dari jasa telekomunikasi lainnya naik menjadi senilai Rp 709,84 miliar dari sebelumnya senilai Rp 574,32 miliar. Kemudian pendapatan dari sirkit langganan turun tipis menjadi senilai Rp 195,69 miliar dari Rp 196,40 miliar.
Sedangkan pendapatan dari sewa menara telah turun menjadi Rp 126,64 miliar dari Rp 316,48 miliar karena tahun lalu perusahaan melakukan penjualan banyak menara telekomunikasinya.
Pada sisi jaringan, trafik data sepanjang tahun 2020 meningkat 47% yoy, dari 3.320 Petabyte menjadi 4.869 Petabyte. Peningkatan trafik tidak terlepas dari bertambahnya jumlah pelanggan dari 56,88 juta pada kuartal III 2020 menjadi 57,89 juta pada kuartal IV 2020.
Nilai laba bersih perusahaan sepanjang tahun lalu turun signifikan sebesar 47,85% ke Rp 371,59 miliar dari nilai laba bersih di periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp 712,57 miliar.
Alhasil, rerata pendapatan per pelanggan atau average revenue per user (ARPU) campuran meningkat dari Rp 35.000 pada 2019 menjadi Rp 36.000 pada 2020.
EXCL juga membukukan peningkatan EBITDA sebesar 31% yoy menjadi Rp 13,06 triliun. Sementara itu, laba tahun berjalan merosot 47,9% yoy, dari Rp 712,58 miliar pada 2019 menjadi Rp 371,6 miliar pada 2020. Akan tetapi, EXCL dapat mencetak laba bersih dinormalisasi sebesar Rp 679 milliar.
EXCL mencatatkan penurunan beban operasional sebesar 15% yoy yang didorong oleh berkurangnya beban infrastruktur 30% yoy sebagai hasil dari adopsi IFRS 16.
Dari sisi kondisi finansial, neraca perusahaan tetap sehat dengan saldo kas yang lebih tinggi setelah mendapat tambahan dari hasil penjualan menara. Free Cash Flow (FCF) juga ada pada tingkat yang sehat, yakni sebesar Rp 6,46 triliun atau meningkat hingga 76% yoy.
Sementara itu, hingga akhir 2020, EXCL memiliki lebih dari 144 ribu base transceiver station (BTS) atau meningkat 11% yoy.
Baca Juga: Program kuota pendidikan tekan pendapatan, berikut rekomendasi sahamXL Axiata (EXCL)
Dari total BTS yang EXCL miliki, sebanyak 54.297 merupakan BTS 4G. Jika dilihat dari luas cakupan wilayah, jaringan 4G milik Perseroan telah melayani pelanggan di 458 kota/kabupaten di hampir semua provinsi yang ada di Indonesia.
Pada tahun 2020, realokasi kapasitas 3G ke 4G juga dipercepat seiring adanya penurunan trafik penggunaan layanan 3G yang hanya mencapai kurang dari 10% dari total trafik data.
Nilai liabilitas total naik menjadi Rp 48,60 triliun dari 43,60 triliun. Kenaikan terjadi pada liabilitas jangka panjang menjadi sebesar Rp 29,75 triliun dari Rp 22,31 triliun, sedangkan liabilitas jangka pendek turun menjadi Rp 18,85 triliun dari Rp 21,29 triliun.
Total ekuitas perusahaan pada periode 2019 lalu naik tipis menjadi senilai Rp 19,13 triliun, naik dari Rp 19,12 triliun di akhir 2019.
"Kami bersyukur bahwa meskipun harus menghadapi kompetisi industri yang sangat ketat di tengah situasi pandemi Covid-19 selama tahun 2020, XL Axiata tetap berhasil mencatat pertumbuhan yang solid," tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News