Reporter: Vina Elvira | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) memandang prospek industri pelayaran pada 2026 masih akan diwarnai tantangan. Meski demikian, perseroan melihat tetap ada peluang pertumbuhan yang selektif dan berkelanjutan.
Corporate Secretary PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk Wawan Heri Purnomo, mengatakan bahwa memasuki 2026, ELPI fokus pada pertumbuhan yang lebih berkualitas di tengah dinamika ekonomi global dan regional.
“Fokus utama ELPI adalah mendorong pertumbuhan yang lebih berkualitas melalui optimalisasi volume angkutan, pengembangan rute-rute potensial, serta perluasan jangkauan layanan sesuai dengan kebutuhan pasar,” ujar Wawan, kepada Kontan.co.id, Kamis (22/1/2026).
Dari sisi operasional, ELPI menargetkan peningkatan utilisasi armada serta pengendalian biaya yang konsisten agar pertumbuhan dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Baca Juga: Hadapi Tantangan Global, Begini Strategi ELPI Jaga Kinerja Sepanjang 2025
Selain memperkuat rute domestik, ELPI juga mulai mempersiapkan langkah ekspansi ke pasar internasional. Langkah ini sejalan dengan meningkatnya kebutuhan logistik di kawasan regional serta penguatan kerja sama dengan mitra global.
Ia menegaskan ekspansi tersebut akan dilakukan secara bertahap dan terukur, dengan memprioritaskan rute yang memiliki potensi permintaan yang baik serta sesuai dengan karakteristik armada Perseroan.
Dengan sejumlah strategi yang diterapkan tahun ini, ELPI menargetkan pendapatan sekitar Rp1,1 triliun hingga Rp1,3 triliun pada 2026. Target tersebut disusun secara konservatif dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi Indonesia, fluktuasi nilai tukar dolar AS, serta perkembangan geopolitik global.
“Kami konservatif atas target tersebut sambil mengamati perkembangan perekonomian dunia dan stabilitas rupiah terhadap dollar didukung oleh strategi bisnis yang adaptif, struktur operasional yang semakin solid, serta eksekusi yang konsisten di seluruh lini usaha ELPI,” ungkap Wawan.
Baca Juga: Pertamina EP Prabumulih Field Tuntaskan Proyek PSN, Produksi LPG Naik Jadi 85 MTD
Optimisme perusahaan diperkuat oleh keberhasilan memenangkan tender Marine Fleet Charter untuk Proyek Genting Floating Liquefied Natural Gas (FLNG) dengan nilai kontrak jangka panjang mencapai Rp2,39 triliun. Proyek ini berlokasi di Teluk Bintuni, Papua Barat, dan merupakan salah satu proyek energi strategis berskala besar di Indonesia.
Kontrak tersebut dinilai memberikan visibilitas pendapatan jangka panjang sekaligus memperkuat portofolio ELPI di segmen offshore dan energi, serta menjadi fondasi penting bagi ekspansi Perseroan ke pasar regional ke depan.
Untuk mendukung rencana pertumbuhan tahun ini, ELPI menganggarkan belanja modal (capex) sebesar Rp758 miliar pada 2026. Alokasi capex 2026 akan difokuskan pada penguatan kapasitas operasional dan pengembangan bisnis berkelanjutan sesuai prioritas strategis Perseroan.
Dalam menjaga profitabilitas di tengah fluktuasi biaya bunker dan operasional, ELPI menerapkan prinsip SRE (Safe, Reliable, Efficient) sebagai landasan utama pengelolaan bisnis. Pendekatan tersebut diwujudkan melalui skema pengelolaan biaya berbasis kontrak, termasuk mekanisme pembebanan biaya bunker kepada klien, sehingga Perseroan relatif terlindungi dari volatilitas harga bahan bakar.
“Untuk biaya bunker, mekanisme pembebanan dialihkan kepada klien, sehingga Perseroan relatif terlindungi dari volatilitas harga bahan bakar. Skema ini memberikan kepastian margin sekaligus menjaga stabilitas kinerja keuangan,” jelas Wawan.
Di sisi lain, ELPI juga memiliki nilai tambah dalam proses tender melalui kemampuan merancang dan mengembangkan armada yang lebih efisien dari sisi konsumsi bahan bakar.
Selanjutnya: Kebijakan Pemerintah Fleksibel Tarik Surplus BI Sebelum Audit dan Risikonya
Menarik Dibaca: 5 Manfaat Rutin Minum Kopi Setiap Hari untuk Kesehatan Tubuh
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













