kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Pelni Tanggapi Rencana Merger dengan Pelindo dan ASDP


Jumat, 10 Januari 2025 / 20:46 WIB
Pelni Tanggapi Rencana Merger dengan Pelindo dan ASDP
ILUSTRASI. Direktur Utama PELNI Tri Andayani.


Reporter: Amalia Nur Fitri | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) (Persero) memberikan tanggapan terkait rencana peleburan dengan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) dan PT ASDP Indonesia Ferry.

Corporate Communication Pelni Ditto Pappilanda mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum ada kajian atau pembahasan mendalam terkait rencana tersebut.

Baca Juga: Dapat PMN Rp 1,5 Triliun, Pelni Tambah 3 Kapal Baru

"Belum ada pembicaraan mendalam untuk hal tersebut, namun tentu kami mendukung dan menunggu arahan Menteri BUMN," ujarnya dalam acara media gathering di Menteng, Jumat (10/1).

Ditto menambahkan bahwa jika peleburan ini terealisasi, akan memberikan keuntungan bagi perusahaan.

Meski demikian, Pelni masih belum memberikan komentar lebih lanjut mengenai rencana ini.

Selaras dengan pernyataan tersebut, Direktur Utama Pelni Tri Andayani, yang akrab disapa Anda, juga menyampaikan dukungan terhadap arahan dari Pemerintah.

Menurutnya, keputusan ini pasti didasarkan pada kepentingan masyarakat luas.

"Hal tersebut akan memangkas biaya logistik melalui merger ketiga perusahaan," jelas Anda.

Baca Juga: Pelni Mengoperasikan Delapan Trayek Tol Laut di 2025

Sebagai informasi, rencana peleburan Pelni dan ASDP ke dalam Pelindo sebelumnya disampaikan oleh Menteri BUMN Erick Thohir pada November tahun lalu.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya konsolidasi perusahaan BUMN, yang bertujuan untuk mengurangi jumlah perusahaan BUMN dari 47 menjadi 30.

Rencana ini juga telah mendapatkan persetujuan dari Menteri Perhubungan Duddy Purwagandhy, yang mendukung konsolidasi untuk meningkatkan efisiensi dalam sektor logistik nasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×