Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penggunaan energi terbarukan menjadi salah satu cara industri mengurangi emisi karbon dari kegiatan operasional. PT Ajinomoto Indonesia misalnya melanjutkan pemanfaatan Renewable Energy Certificate (REC).
Ajinomoto memperpanjang kerja sama dengan PT Energy Management Indonesia (Persero) atau PLN EMI untuk pemanfaatan REC selama tiga tahun ke depan.
Pemanfaatan REC oleh Ajinomoto telah dimulai sejak 2024. Melalui skema tersebut, perusahaan menggunakan sertifikat yang menunjukkan penggunaan listrik dari pembangkit berbasis energi terbarukan.
Wakil Presiden Direktur PT Ajinomoto Indonesia dan PT Ajinex Internationa,l Naohiro Kadota mengatakan, REC menjadi salah satu langkah perusahaan dalam meningkatkan penggunaan energi bersih dalam operasional.
Baca Juga: DPR Dorong Penguatan Peran Negara dalam Ekosistem Industri Emas Nasional
REC merupakan sertifikat yang membuktikan bahwa energi listrik yang digunakan berasal dari pembangkit berbasis energi terbarukan. "Pemanfaatan REC menjadi salah satu langkah Ajinomoto Indonesia dalam meningkatkan penggunaan energi bersih," ujar Naohiro.
Direktur Utama PLN EMI, Henri Firdaus mengatakan, pemanfaatan REC oleh pelaku industri dapat membantu mengurangi emisi karbon sekaligus meningkatkan penggunaan energi terbarukan.
Ajinomoto mengklaim, pemanfaatan energi terbarukan tersebut telah berkontribusi terhadap pengurangan emisi perusahaan. Hingga Juli 2026, perusahaan mencatat pengurangan emisi sebesar 220.000 ton CO₂ dan mencapai 100% target penurunan emisi Scope 2, yakni emisi tidak langsung yang berasal dari penggunaan listrik.
Selain REC, perusahaan juga menjalankan sejumlah program efisiensi energi di fasilitas produksinya, termasuk penggunaan biomass boiler dan panel surya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














