kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Pembangunan jargas diharap bisa tekan impor LPG


Senin, 14 Agustus 2017 / 15:19 WIB


Reporter: Febrina Ratna Iskana | Editor: Rizki Caturini

KONTAN.CO.ID - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dari tahun ke tahun terus membangun jaringan gas (jargas) untuk rumah tangga. Pemerintah mengklaim penggunaan jargas bisa menjaminan pasokan 24 jam. Selain itu, masyarakat juga tidak perlu repot membeli LPG di warung ketika gas habis.

Menteri ESDM Ignasius Jonan mengatakan, di sisi lain penggunaan jargas juga dapat menghemat impor LPG. "Pasokan gas lebih terjamin daripada LPG. Kecuali kalau sumurnya gasnya habis," ungkap Jonan seperti dilansir dari website Ditjen Migas, Senin (14/8). .

Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, saat ini pemerintah harus mengimpor LPG sekitar 4,5 juta ton per tahun. "Kalau pakai jargas gas berasal dari dalam negeri. Impor LPG jadi berkurang," tukas Jonan.

Selain itu Jonan juga bilang jargas memiliki tekanan yang ringan, membuat gas bumi lebih aman. Faktor keamanan ini yang membuat Eva Tineke, warga Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, berharap dapat segera menikmati jargas.

Selama ini Eva lebih sering membeli makanan siap santap karena merasa takut memasak dengan LPG. "Saya takut nanti bledos (meledak). Enggak pernah memasak, saya beli. Kalau betul ini jargas (tekanannya) kecil, enggak takut lagi dan saya bisa memasak," ucap Eva di hadapan Menteri ESDM.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×