kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Pembangunan jargas diharap bisa tekan impor LPG


Senin, 14 Agustus 2017 / 15:19 WIB


Reporter: Febrina Ratna Iskana, Febrina Ratna Iskana | Editor: Rizki Caturini

KONTAN.CO.ID - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dari tahun ke tahun terus membangun jaringan gas (jargas) untuk rumah tangga. Pemerintah mengklaim penggunaan jargas bisa menjaminan pasokan 24 jam. Selain itu, masyarakat juga tidak perlu repot membeli LPG di warung ketika gas habis.

Menteri ESDM Ignasius Jonan mengatakan, di sisi lain penggunaan jargas juga dapat menghemat impor LPG. "Pasokan gas lebih terjamin daripada LPG. Kecuali kalau sumurnya gasnya habis," ungkap Jonan seperti dilansir dari website Ditjen Migas, Senin (14/8). .

Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, saat ini pemerintah harus mengimpor LPG sekitar 4,5 juta ton per tahun. "Kalau pakai jargas gas berasal dari dalam negeri. Impor LPG jadi berkurang," tukas Jonan.

Selain itu Jonan juga bilang jargas memiliki tekanan yang ringan, membuat gas bumi lebih aman. Faktor keamanan ini yang membuat Eva Tineke, warga Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, berharap dapat segera menikmati jargas.

Selama ini Eva lebih sering membeli makanan siap santap karena merasa takut memasak dengan LPG. "Saya takut nanti bledos (meledak). Enggak pernah memasak, saya beli. Kalau betul ini jargas (tekanannya) kecil, enggak takut lagi dan saya bisa memasak," ucap Eva di hadapan Menteri ESDM.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×