kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.827.000   -10.000   -0,35%
  • USD/IDR 17.049   32,00   0,19%
  • IDX 7.048   -43,45   -0,61%
  • KOMPAS100 972   -4,90   -0,50%
  • LQ45 716   -1,68   -0,23%
  • ISSI 251   -1,25   -0,50%
  • IDX30 389   -0,10   -0,03%
  • IDXHIDIV20 487   -1,85   -0,38%
  • IDX80 110   -0,59   -0,54%
  • IDXV30 135   -0,95   -0,70%
  • IDXQ30 127   0,03   0,02%

Pembatasan Pertalite 50 Liter per Hari, Begini Respon Garda Indonesia


Selasa, 31 Maret 2026 / 18:35 WIB
Pembatasan Pertalite 50 Liter per Hari, Begini Respon Garda Indonesia
ILUSTRASI. Harga minyak (BBM) (REUTERS/Abdul Saboor)


Reporter: Sabrina Rhamadanty | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID – JAKARTA.  Asosiasi Pengemudi Ojek Online Garda Indonesia atau Garda Indonesia menyebut pembatasan pembelian BBM Subsidi atau Pertalite maksimal 50 liter per hari, masih dapat memenuhi kebutuhan Ojek Online (Ojol) berbasis mobil atau roda empat.  

“Jika hitungan konsumsi per liter untuk 12 kilometer, rata-rata per hari jarak tempuh operasional per hari 500 kilometer maka akan membutuhkan BBM subsidi sebanyak 40-45 liter per hari untuk jam operasional 12-18 jam, sehingga masih mencukupi pembatasan 50 liter per hari,” ungkap Ketua Garda Indonesia, Raden Igun Wicaksono kepada Kontan, Selasa (31/03/2026).

Baca Juga: Pertamina Jamin Pasokan BBM dan LPG Tetap Aman di Tengah Gejolak Global

Meski begitu menurutnya, dengan pembatasan maka pengemudi harus dapat berdaptasi dengan penghematan agar jangan sampai melampaui pembatasan kebutuhan BBM subsidinya.

Adapun untuk Ojol berbasis motor atau roda dua Igun mengatakan dari perspektif ekonomi mikro, kebijakan ini tidak memberatkan rekan-rekan pengemudi sepeda motor, karena hanya mengonsumsi Pertalite hanya 5-10 liter per hari selama operasional 14-18 jam.

“Pembatasan 50 liter per hari jauh melebihi kebutuhan harian kami, sehingga tidak mengganggu cash flow individu atau biaya operasional langsung,” tambahnya.

Khusus Ojol motor, pihaknya menilai bahwa dampak langsung terhadap operasional pengemudi ojek online relatif terkendali. Dengan demikian, struktur biaya langsung (direct cost) pengemudi tidak mengalami tekanan signifikan, sehingga daya tahan pendapatan harian masih dapat terjaga.

“Harapan kami dari asosiasi pengemudi ojol adalah pemerintah terus menjaga harga Pertalite stabil jangan sampai dinaikan harganya atau memberikan insentif tambahan seperti subsidi langsung operasional, Bantuan Subsidi Ojol (BSO) atau program konversi motor listrik, agar pendapatan ojol tetap terjaga di tengah fluktuasi harga minyak global,” tutupnya. 

Baca Juga: IPF: Dampak Perang Timur Tengah Bisa Kerek Harga Kemasan hingga 40%

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×