kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.024.000   -25.000   -0,82%
  • USD/IDR 16.960   17,00   0,10%
  • IDX 7.586   -124,85   -1,62%
  • KOMPAS100 1.060   -17,16   -1,59%
  • LQ45 776   -11,77   -1,49%
  • ISSI 267   -5,67   -2,08%
  • IDX30 410   -8,94   -2,13%
  • IDXHIDIV20 507   -8,43   -1,64%
  • IDX80 119   -2,14   -1,77%
  • IDXV30 137   -1,76   -1,26%
  • IDXQ30 133   -2,57   -1,90%

Pemenang Tender Waste To Energy Diumumkan, Pengamat Ingatkan Risiko Fiskal


Jumat, 06 Maret 2026 / 19:33 WIB
Pemenang Tender Waste To Energy Diumumkan, Pengamat Ingatkan Risiko Fiskal


Reporter: Sabrina Rhamadanty | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Proyek pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) atau Waste to Energy (WtE) yang telah mengumumkan dua pemenang tender.

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Dipo Satria Ramli menilai, hal yang perlu diperhatikan lebih lanjut terkait tekanan fiskal.

“Harusnya ada adaptasi desain teknis saya belum dengar apakah di teknikal proposal itu sudah memperhitungkan hal tersebut karena keterbukaan informasi perihal proyek ini cukup tertutup. Pemerintah harus berhati-hati dalam berhitung apakah sudah sesuai atau belum terutama kondisi fiskal yang cukup sempit saat ini untuk subsidi,” ungkap Dipo kepada Kontan, Jumat (6/3/2026).

Untuk diketahui, Danantara Indonesia pada hari ini Jumat (06/03/2026) telah mengumumkan mitra terpilih untuk fasilitas PSEL, khusus bagi lokasi Bekasi dan Denpasar.

Baca Juga: THR Cair, Belanja Online dan Transaksi Ramadan Diprediksi Makin Ramai

Keduanya merupakan perusahaan China, yaitu Wangneng Environment Co., Ltd. sebagai operator untuk pembangkit di Bekasi dan Zhejiang Weiming Environment Protection Co., Ltd. sebagai operator untuk pembangkit di Denpasar.

“Kalau pemenang tender menang dengan harga terbaik dan teknologi yang terbukti, itu justru bagus untuk Indonesia dan rakyat yang membayar,” tambah Dipo.

Meski begitu, dia bilang karakteristik sampah di Indonesia mayoritas atas sebanyak 60% adalah sampah organik yang kurang cocok digunakan sebagai bahan paku PSEL.

“Jadi kita harus teliti lagi apakah teknologi sudah pas atau harus disesuaikan. Kandungan organik dan kelembapan sampah kita jauh lebih tinggi dari sampah di China atau Eropa. Ini menurunkan efisiensi pembakaran, menaikkan biaya operasional, dan meningkatkan risiko emisi tidak sempurna,” jelasnya. 

Jangan sampai seperti proyek-proyek infrastruktur sebelumnya, di mana ada salah perhitungan dalam pengembalian atau bahkan proyek sudah jalan walaupun feasibility study (studi kelayakan) belum benar-benar dilakukan. 

Putra Adhiguna Pakar Ekonomi Transisi Energi dan Managing Director Energy Shift Institute menyebut secara prinsip tidak masalah pemenang berasal mayoritas dari China, selama benar mengikuti spesifikasi yang direncanakan. 

“China memang cukup dominan dalam Daftar Penyedia Teknologi yang masuk tender di awal, dan sektor PLTSa China memang kapasitasnya cukup besar di dunia,” katanya. 

Menurut Putra, penting untuk Danantara untuk terus memastikan Danantara bisa membuktikan proses pengadaan yang transparan dan terkawal dalam tahap eksekusi. 

Baca Juga: Mal Milik Metropolitan (MTLA) Catat Peningkatan Belanja 15% pada Momen Ramadan

“Keterlibatan pakar independen eksternal terutama dari sisi sosial-lingkungan juga akan penting untuk mengawal dalam proses tersebut untuk memberi keyakinan pada masyarakat,” tambah Putra.

Lebih detail, profil dua perusahaan asal China pemenang tender PLTSa:

1. Zhejiang Weiming Environment Protection Co Ltd Pemenang Tender Denpasar

Zhejiang Weiming Environment Protection Co Ltd sebelumnya masuk daftar penyedia sebagai salah satu pemasok atau calon mitra proyek PSEL. 

Melalui anak perusahaannya, Weiming Equipment, perusahaan ini menandatangani kontrak penyediaan peralatan insenerator PSEL dengan perusahaan Indonesia, Shanghai Dingxin Investment atau Qingshan Park. 

Bisnis perusahaan mencakup desain, investasi, pembangunan, operasional fasilitas PSEL, manufaktur dan pemasangan peralatan insenerator dan tenaga PSEL, serta pengolahan sampah padat perkotaan dengan pembangkit listrik dari limbah. Total listrik yang dihasilkan perusahaan, khususnya dari sampah, disebut mencapai 3,85 miliar kWh pada 2023.

2. Wangneng Environment Co Ltd Pemenang Tender Bekasi

Wangneng Environment Co Ltd berkantor pusat di Huzhou, Zhejiang, dan beroperasi pada 2012. Perusahaan ininmemanfaatan sumber daya limbah dapur, pengolahan air limbah, pengolahan lumpur, serta daur ulang karet. 

Danantara menjelaskan, Wangneng Environment mengubah limbah, menjadi energi (listrik atau panas) melalui berbagai proses seperti pembakaran, gasifikasi, atau bioteknologi. Beberapa proyek yang telah dilakukan melibatkan instalasi pabrik pengolahan limbah. 

Mereka mencatat mampu menghasilkan 3,04 miliar kilowatt hour (kWh) listrik bersih setiap tahun. Sebagai salah satu perusahaan yang masuk tender PSEL, pihaknya berencana membentuk konsorsium atau kerja sama dengan mitra lokal Indonesia seperti BUMN, swasta nasional, atau BUMD agar dapat ikut tender.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Financial Statement in Action AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026

[X]
×