kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -36.000   -1,33%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Pemerintah bangun PLTA Kayan di Kaltara


Kamis, 16 Juni 2016 / 18:48 WIB


Reporter: Emir Yanwardhana | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said meninjau proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Kayan di Desa Long Peso, Kecamatan Peso, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara).

PLTA Kayan menjadi salah satu percontohan penerapan energi bersih dalam skala besar sesuai karakter sumber daya lokal seperti air, surya, atau angin.

Rencananya, pembangunannya dilakukan secara bertahap dengan membangun lima bendungan oleh PT Kayan Hydro Energy. Rencana investasi awal sekitar US$ 1,2 miliar.

PT Kayan adalah pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik terintegrasi/private power utilities (PPU) PLTA Kayan.

Seperti diketahui, PPU merupakan usaha penyediaan tenaga listrik terintegrasi. Kegiatannya mulai dari melakukan pembangunan pembangkit, transmisi, distribusi sampai dengan menyalurkan tenaga listrik kepada konsumen dalam suatu wilayah usaha.

"Komitmen Indonesia dalam memanfaatkan energi bersih merupakan sebuah kemajuan. Oleh karena itu, komitmen semua pihak untuk mewujudkannya kebutuhan yang dibutuhkan," kata Sudirman, Kamis (16/6). 

Menurut Sudirman, PLTA Kayan memiliki potensi 6.080 megawatt (MW) atau enam kali lebih besar daripada kapasitas keluaran PLTA Cirata di Purwakarta, Jawa Barat.

Sebelumnya, sistem kelistrikan di Kalimantan Utara mayoritas ditopang oleh pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) dengan kapasitas terpasang sebesar 69,4 MW, daya mampu sebesar 34,4 MW, serta beban puncak mencapai 32,2 MW. 

Pada periode 2010-2015, per tahunnya, rerata pertumbuhan ekonomi di Kaltara 8,06%, dengan kebutuhan tenaga listrik 11,06%. Pertumbuhan tertinggi ada di sektor rumah tangga (12,9% per tahun), dan yang terendah adalah sektor industri.

Bila kapasitas PLTA Kayan telah beroperasi penuh, akan ada penghematan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) yang saat ini untuk menopang PLTD.

Kelebihan daya yang dihasilkannya pun dapat menumbuhkan kawasan industri yang akan menjadi pendongkrak pertumbuhan ekonomi selain memungkinkan untuk dijual ke negara jirannya, yakni Sabah dan Serawak (Malaysia).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×