kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.700.000   20.000   0,75%
  • USD/IDR 17.907   25,00   0,14%
  • IDX 6.289   -84,45   -1,32%
  • KOMPAS100 822   -14,08   -1,69%
  • LQ45 625   -9,23   -1,46%
  • ISSI 217   -2,83   -1,28%
  • IDX30 349   -5,07   -1,43%
  • IDXHIDIV20 425   -4,25   -0,99%
  • IDX80 94   -1,56   -1,63%
  • IDXV30 117   -1,01   -0,85%
  • IDXQ30 111   -1,31   -1,17%

Pemerintah belum tentukan porsi Inalum untuk Pemda


Kamis, 19 Desember 2013 / 15:55 WIB
ILUSTRASI. Seorang pria melintasi layar digital pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (24/6/2022). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/foc.


Reporter: Emma Ratna Fury | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Pemerintah pusat masih enggan berbicara soal pembagian saham PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) untuk pemerintah daerah Sumatera Utara.

"Mungkin setelah konsolidasi internal inalum, pemerintah akan bicara dengan gubernur dan bupati," kata MS Hidayat Menteri Perindustrian seusai sidang paripurna yang membahas tentang RUU Perindustrian di Ruang Sidang Paripurna II DPR RI Jakarta, Kamis (19/12).

Hidayat menambahkan, sebelumnya pernah diwacanakan bahwa pemerintah daerah mendapatkan bagian sebesar 30%, dan pemerintah pusat sebesar 70%.

Porsi sebesar 30% untuk pemerintah daerah termasuk bagian yang sudah pas atau ideal. "Kira-kira sebesar itulah, dan (Pemda) harus bayar (saham Inalum)," ucapnya.

Hidayat mengatakan, untuk mengenai pembagian saham tersebut belum saatnya dibicarakan saat ini. "Jangan bicarakan sekaranglah. Beri kesempatan kepada Inalum untuk konsolidasi dulu," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×