kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.025,63   -7,01   -0.68%
  • EMAS932.000 -0,96%
  • RD.SAHAM -1.07%
  • RD.CAMPURAN -0.35%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.08%

Pemerintah Buka Opsi Impor Kompor Induksi Jika Industri Domestik Belum Siap


Jumat, 23 September 2022 / 14:59 WIB
Pemerintah Buka Opsi Impor Kompor Induksi Jika Industri Domestik Belum Siap
ILUSTRASI. Pengunjung mengamati kompor listrik (kompor induksi) di sebuah pusat belanja. KONTAN/Cheppy A. Muchlis


Reporter: Filemon Agung | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membuka peluang mengimpor kompor induksi untuk memenuhi kebutuhan program konversi 300.000 unit pada tahun ini.

Impor akan dilakukan bila industri dalam negeri tidak dapat memenuhi kebutuhan konversi yang ditetapkan pemerintah.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif mengatakan, langkah ini bisa saja diambil jika industri dalam negeri belum siap memenuhi permintaan yang ada.

"Kalau harus demikian (impor), kenapa nggak? Paling tidak, dengan adanya market harus dengan industri sendiri," kata Arifin di Gedung Kementerian ESDM, Jumat (23/9).

Baca Juga: Jangan Salah, Kompor Listrik Berbeda dengan Kompor Induksi

Arifin menjelaskan, jika nantinya permintaan kompor induksi kian meninggi maka industri dalam negeri pun akan siap untuk memasok.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian Taufiek Bawazier menjelaskan, untuk tahun ini baru satu produsen yang menyatakan kesiapan ikut serta dalam program pemerintah.

"Yang siap sekarang baru satu industri, jadi PT Adyawinsa. (Industri) yang lain baru akan mengikuti (tahun depan)," kata Taufiek dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VII DPR RI, Rabu (21/9).

Taufiek mengungkapkan, umumnya industri menilai secara teknis program yang ada. Dari sisi keekonomian jika memang layak dan dapat diterima secara komersil maka industri siap untuk mendorong konversi kompor induksi.

Baca Juga: Kelebihan dan Kekurangan Kompor Listrik yang Perlu Diketahui Masyarakat

Merujuk data Kementerian Perindustrian, kemampuan suplai industri dalam negeri pada tahun 2022 hanya berasal dari PT Adyawinsa Electrical and Power dengan kapasitas eksisting sebesar 10.000 per bulan. Kapasitas ini bisa meningkat hingga 100.000 per bulan.

Sementara itu, kebutuhan nasional saat ini khususnya dari program konversi mencapai 300.000 per bulan.

Selanjutnya: Transaksi Kanal Digital Bank Muamalat Sentuh Rp 46 triliun

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Kontan Academy
Storytelling with Data Berkomunikasi dengan Diplomatis dan Asertif

[X]
×