Reporter: Vina Elvira | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kota Jababeka di Cikarang, yang dikembangkan PT Jababeka Tbk (KIJA), mengambil langkah strategis dengan mendeklarasikan diri sebagai kota wisata industri.
Inisiatif ini bertujuan menggabungkan kekuatan manufaktur dengan potensi pariwisata berbasis industri, sehingga kawasan tidak hanya menjadi pusat produksi, tetapi juga ruang edukasi, eksplorasi, dan promosi ekonomi.
Baca Juga: Lewat Festival Jejak Jajanan Nusantara, Pemerintah Dorong Penguatan Ekosistem UMKM
Presiden Direktur PT Graha Buana Cikarang Ivonne Anggraini mengatakan, Kota Jababeka kini berkembang menjadi pusat hunian, industri, bisnis, dan pendidikan berskala global dengan populasi sekitar 1,2 juta jiwa dan lebih dari 10.000 ekspatriat.
Keberagaman ini memperkuat karakter kota sebagai ekosistem global yang dinamis, sekaligus mendukung interaksi lintas budaya dan pertumbuhan ekonomi.
Dengan lebih dari 2.000 perusahaan nasional dan multinasional, masyarakat bisa berbelanja langsung dari pabrik, pelajar melihat proses produksi nyata, dan investor memahami potensi bisnis kawasan secara langsung.
“Kami ingin kawasan industri menjadi ruang pembelajaran, kolaborasi, dan inovasi, bukan sekadar pusat produksi,” ujar Ivonne dalam konferensi pers, Jumat (6/3/2026).
Baca Juga: Jelang Mudik Lebaran, Waskita Toll Road Perkuat Infrastruktur dan Layanan Tol
Transformasi ini diwujudkan lewat kolaborasi industri global, pariwisata budaya, dan pemberdayaan UMKM lokal, menciptakan ekosistem ekonomi yang inklusif, dinamis, dan berdaya saing.
Salah satu implementasinya adalah Jababeka Harmony Festival 2026 (6–8 Maret), yang memadukan perayaan Cap Go Meh dan Festival Ramadhan, sekaligus melibatkan lebih dari 100 UMKM lokal dan kegiatan charity.
Ke depan, Jababeka menyiapkan pengembangan Jababeka Factory Outlet (JFO) sebagai ikon wisata industri.
Baca Juga: Peritel Targetkan Transaksi BINA Lebaran 2026 Capai Rp 53 Triliun
JFO akan menjadi ruang showcase industri, memungkinkan masyarakat melihat kualitas produk manufaktur dari tenant Jababeka secara langsung.
“Ekosistem stabil dan kolaboratif, terbuka terhadap keberagaman budaya, menjadi kunci membangun kepercayaan investor. Pengembangan kota wisata industri berkelanjutan ini memperkuat fondasi ekonomi kawasan sekaligus menunjukkan kesiapan kami menjadi mitra strategis investasi jangka panjang,” tutup Ivonne.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













