kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Pemerintah dahulukan proyek PLTU dibanding PLTG


Senin, 16 Oktober 2017 / 14:16 WIB


Reporter: Febrina Ratna Iskana, Febrina Ratna Iskana | Editor: Rizki Caturini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga gas yang masih cukup tinggi membuat proyek-proyek Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) tidak menjadi prioritas bagi pemerintah. Maka tak heran jika dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2018-2027, pemerintah lebih memilih untuk mengembangkan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap Batubara (PLTU).

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan, Andy Noorsaman Sommeng menjelaskan alasan pemerintah mengutamakan proyek PLTU Batubara karena adanya metode merit order yang diterapkan oleh PLN. Dalam merit order, PLN akan lebih memilih mengoperasikan pembangkit listrik dengan biaya yang lebih murah.

"Merit order ini karena harga di ujung sudah ditetapkan, maka bagaimana operasi PLN dalam biaya minimal. Mana yang paling minimal, itu yang didahulukan," kata Andy pada Senin (16/10).

Selain alasan tersebut, Andy juga bilang alasan pemerintah memprioritaskan PLTU Batubara karena pengerjaannya butuh waktu yang cukup lama. Konstruksi proyek PLTU rata-rata memakan waktu empat hingga lima tahun.

Sementara proyek PLTG membutuhkan waktu konstruksi yang lebih cepat hanya sekitar sembilan bulan. "Maksudnya di dalam project management, mana yang paling cepat ditaruh paling belakangan karena gampang. Yang paling lama didahulukan," jelas Andy.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×