kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.836.000   17.000   0,93%
  • USD/IDR 16.565   0,00   0,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Pemerintah Dorong Industri Galangan Kapal untuk Tumbuhkan Ekonomi Biru


Senin, 18 Desember 2023 / 19:27 WIB
Pemerintah Dorong Industri Galangan Kapal untuk Tumbuhkan Ekonomi Biru
ILUSTRASI. Pekerja menyelesaikan pembuatan kapal di kawasan industri Kabil, Batam, Kepulauan Riau, Senin (29/5/2023). ANTARA FOTO/Teguh Prihatna/aww.


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - BATAM. Industri galangan kapal menjadi salah satu sektor yang akan didorong oleh pemerintah dalam menumbuhkan ekonomi biru di Indonesia. 

Menteri Perencanaan Permbangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan kebutuhan akan galangan kapal saat ini sudah besar lantaran kapal sudah tidak lagi hanya digunakan untuk kepentingan perikanan saja. 

"Kita harus menciptakan champion-champion kita untuk di jadikan prioritas ekonomi biru bisa dimulai dengan industri galangan kapal," kata Suharso dalam Indonesia Development Forum 2023 di Batam, Senin (18/12). 

Suharso mengungkapkan peta sebaran industri galangan kapal terbanyak masih di beberapa titik saja, salah satunya Batam. 

Baca Juga: Perjalanan Menuju Ekonomi Biru di Indonesia Masih Tuai Hambatan

Produksi kapal di Indonesia juga mengalami tren fluktuatif. Dimana pada tahun 2019 Indonesia hanya memproduksi sebanyak 88 kapal, 2020 memproduksi sebanyak 289 kapal dan tahun 2021 turun menjadi 94 kapal. 

"Ini penting membuat kapal sendiri, hari ini kita sebenarnya banyak galangan yang bisa memproduksi kapal, tapi kandungan derajat dari jumlah impor atas kapan masih cukup besar," ungkap Suharso. 

Untuk itu, beberapa kebijakan akan mulai didorong dalam mendung produktivitas industri galangan kapal.  Pertama, penguatan industri bahan baku dan komponen untuk mengurangi tingginya ketergantungan terhadap bahan baku komponen impor. 

Kedua, dukungan skema pembiayaan yang kompetitif. Ketiga, sertifikasi dan standarisasi cost structure untuk menjamin kelayakan, performa dan kenyamanan. Terakhir, dukungan Sumber Daya Manusia (SDM) yang terampil dan kompeten untuk mendukung SDM industri maritim yang terampil. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×