kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR15.197
  • SUN90,77 -0,26%
  • EMAS624.167 0,32%

Pemerintah fokus pada ekosistem ekonomi kreatif

Sabtu, 11 Juni 2016 / 23:06 WIB

Pemerintah fokus pada ekosistem ekonomi kreatif



JAKARTA. Pemerintah Indonesia melalui Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf menargetkan untuk membuat ekosistem di setiap industri kreatif di Indonesia.

Dengan adanya ekosistem tersebut, para pengusaha muda di setiap industri akan saling bahu-membahu dalam membuat jaringan bisnis. "Saya mencontohkan sebuah aplikasi di ponsel pintar yang membantu para ibu rumah tangga untuk menjual produknya. Dalam kurun waktu kurang dari tiga bulan para ibu tersebut sudah bisa menjual produknya dengan laris," katanya.


Tak hanya itu, Badan Ekonomi Kreatif juga memberikan pelatihan kepada para pengusaha pemula dalam hal membuat proposal dan mengemas produk. Perlu diketahui, kata Triawan, pengusaha muda kelas pemula yang sukses di Indonesia tak sampai dari 10 persen. Kondisi ini diakibatkan kurangnya jaringan dan cara pengemasan produk.

"Kami juga membantu menjembatani para pengusaha pemula tersebut untuk berkenalan dengan investor. Sistem kerjasamanya pun bermacam-macam, mulai dari JV hingga partnership. Dengan begitu mereka akan cepat berkembang," lanjutnya.

Ekonomi kreatif saat ini menjadi poin penting yang harus dikembangkan. Di Korea Selatan, kata Triawan, pemerintahnya sudah melakukan pengembangan sejak 15 tahun lalu. Begitu pula di Tiongkok yang dikerjakan hingga 10 tahun. "Hasilnya bisa dilihat sekarang, mereka jauh berkembang. Kuncinya cuma satu, dalam jangka pendek ini kita harus memfokuskan pada ekosistem," paparnya.

Bambang Muliana selaku CEO PT Razedo Grup Sukses (RGS), yang juga dikenal dengan LiveWell Global mengatakan, saat ini merupakan era ekonomi kreatif, di mana para entrepreneur pemula harus bisa mengemas bisnis mereka dengan baik agar dilirik di tengah masyarakat.

Tentu tidak mudah, untuk itu perlu dibuat kelompok-kelompok entrepreneur di setiap industri. "Fungsinya untuk menguatkan jaringan mereka," tuturnya.

Bambang menambahkan, itulah yang dilakukan oleh LiveWell Global selama ini. "Walaupun tergolong perusahaan baru, namun kami konsisten untuk memberikan pelatihan kepada distributor mengenai cara menjual produk dan membuat jaringan bisnis yang baik dan benar," tuturnya.

Menurut Bambang, saat ini beberapa industri ada yang mengurangi jumlah karyawannya untuk alasan efisiensi. "Seharusnya jangan putus asa, mereka bisa bangkit menjadi pengusaha pemula asal mempunyai jaringan yang memadai. Di LiveWell Global, kami memberikan kesempatan kepada siapa pun untuk menjadi bagian dari kami, turut mengambil peran dalam membangun dan meningkatkan taraf kehidupan orang-orang di Indonesia," ujarnya.

Semangat ini menurut Bambang, sebagai wujud dukungan perusahaannya terhadap program pemerintah yakni memberikan dampak positif bagi masyarakat.

"Intinya, dalam era ekonomi kreatif ini kami tak hanya ingin menjadi penonton, tapi kami ingin menjadi pelaku," tutupnya.

Reporter: Yudho Winarto
Editor: Yudho Winarto

EKONOMI KREATIF

TERBARU
Seleksi CPNS 2018
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0012 || diagnostic_api_kanan = 0.0739 || diagnostic_web = 0.3949

Close [X]
×