kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.765.000   -24.000   -0,86%
  • USD/IDR 17.676   -60,00   -0,34%
  • IDX 6.319   -52,18   -0,82%
  • KOMPAS100 832   -10,94   -1,30%
  • LQ45 631   -4,14   -0,65%
  • ISSI 225   -2,77   -1,22%
  • IDX30 360   -1,39   -0,38%
  • IDXHIDIV20 449   1,48   0,33%
  • IDX80 96   -1,08   -1,12%
  • IDXV30 124   -0,84   -0,68%
  • IDXQ30 118   0,53   0,46%

Pemerintah Genjot Pariwisata Jadi Mesin Pertumbuhan, Targetkan Devisa US$ 39,4 Miliar


Rabu, 20 Mei 2026 / 19:51 WIB
Pemerintah Genjot Pariwisata Jadi Mesin Pertumbuhan, Targetkan Devisa US$ 39,4 Miliar
ILUSTRASI. Rakornas Pariwisata 2026 (KONTAN/Leni Wandira)


Reporter: Leni Wandira | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah mendorong sektor pariwisata menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global. 

Melalui Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pariwisata 2026, pemerintah menargetkan kontribusi sektor pariwisata terhadap produk domestik bruto (PDB) mencapai 5% dengan devisa sebesar US$ 39,4 miliar.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan sektor pariwisata perlu diperkuat sebagai domestic engine of growth yang berkelanjutan di tengah tantangan ekonomi global.

“Angka 39 miliar dolar ini setara dengan nilai ekspor komoditas utama kita seperti batu bara dan sawit. Ini membuktikan bahwa kita tidak boleh hanya mengandalkan industri ekstraktif. Kita harus menggenjot pariwisata sebagai sektor yang sustainable,” ujar Airlangga dalam Rakornas Pariwisata 2026 di Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Menurut Airlangga, sektor pariwisata menjadi salah satu andalan pemerintah untuk mendongkrak devisa negara sekaligus menopang target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8%.

Ia menambahkan, pemerintah optimistis target tersebut dapat tercapai seiring pertumbuhan ekonomi Indonesia pada awal 2026 yang mencapai 5,61%.

Baca Juga: Tren Short Trip Dorong Lonjakan Wisata Dalam Negeri di Tahun 2026

Dalam Rakornas tersebut, pemerintah juga menyiapkan lima strategi utama untuk memperkuat sektor pariwisata nasional. 

Strategi itu meliputi penguatan sumber daya manusia vokasi dan sertifikasi, peningkatan standar keselamatan, perluasan bebas visa kunjungan (BVK), penguatan otoritas kawasan dan pendanaan, hingga peningkatan konektivitas transportasi.

Sementara itu, Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana mengatakan Rakornas Pariwisata 2026 menjadi momentum memperkuat transformasi sektor pariwisata menuju industri yang lebih resilien dan berkelanjutan.

“Momentum Kebangkitan Nasional menjadi pengingat bahwa pariwisata adalah juga gerakan bersama untuk membangun kebanggaan, kemandirian, dan daya saing bangsa,” ujar Widiyanti.

Rakornas Pariwisata 2026 mengusung tema “Optimalisasi, Resiliensi, Inovasi, dan Keberlanjutan: Transformasi Ekosistem Kepariwisataan Nasional Menuju Target 2026”.

Menurut Widiyanti, forum tersebut menjadi ruang strategis untuk mengevaluasi capaian sektor pariwisata sekaligus menyusun rencana aksi bersama kementerian dan lembaga terkait.

Baca Juga: PANR Optimistis Bisnis Pariwisata 2026 Tumbuh 15% di Tengah Gejolak Geopolitik

Dalam pembahasannya, Rakornas menyoroti sejumlah isu strategis mulai dari keamanan global dan krisis energi, perubahan iklim, hingga tren baru pasar pariwisata seperti sustainable tourism, adventure tourism, luxury tourism, wellness tourism, wisata bahari, hingga gastronomi.

Selain itu, pemerintah juga membahas sinkronisasi regulasi sektor pariwisata termasuk pengelolaan akomodasi, online travel agent (OTA), hingga penyusunan aturan turunan Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Nasional (RIPPARNAS).

Widiyanti berharap Rakornas mampu memperkuat sinergi seluruh pemangku kepentingan agar sektor pariwisata mampu tumbuh berkelanjutan dan memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.

“Kita harus mewujudkan transformasi ekosistem pariwisata yang resilien dan tumbuh secara berkelanjutan agar memberikan dampak nyata bagi masyarakat di seluruh Indonesia,” katanya.

Baca Juga: Tren Penjualan Bisnis Pariwisata Diprediksi Turun pada Kuartal II, Ini Penyebabnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×