kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45866,25   0,74   0.09%
  • EMAS918.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.32%
  • RD.CAMPURAN -0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.08%

Pemerintah ingin dorong pembangkit EBT, banyak proyek masih terkendala


Senin, 14 Juni 2021 / 19:04 WIB
Pemerintah ingin dorong pembangkit EBT, banyak proyek masih terkendala
ILUSTRASI. Pekerja membersihkan panel Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/foc.

Reporter: Filemon Agung | Editor: Handoyo .

Selain itu terdapat pula rencana penggantian pembangkit PLTGU dan PLTU, yang direncanakan pensiun sebesar 1.1 GW. Jika diganti dengan PLTS maka potensinya dinilai mencapai lebih dari 2 GW dengan storage.

Fabby melanjutkan, sejumlah proyek PLTS juga ada yang mengalami kendala. Adapun, kendala pada sejumlah proyek ini karena dinilai tidak layak. Meski tak merinci, Fabby menilai ada satu proyek PLTS yang masih terkendala dan patut jadi fokus pemerintah.

"Proyek PLTS Bali Barat & Bali Timur 2x25 MW yang sampai hari ini belum PPA. Ini adalah proyek yang menggunakan skema Permen ESDM No. 50/2017," kata Fabby kepada Kontan.co.id, Senin (14/6).

Fabby menilai proyek ini seharusnya bisa didorong agar dapat menjadi model dan meningkatkan optimisme pengembangan PLTS skala besar yang selama ini dinilai mati suri. Apalagi, selama ini proyek-proyek skala besar sangat bergantung pada PLN.

"Kuncinya adalah pada pengadaan/lelang proyek oleh PLN. Kita lihat selama 2020 tidak ada lelang proyek Energi Terbarukan (ET) khususnya PLTS," terang Fabby.

Fabby pun mengharapkan kedepannya PLN menyampaikan rencana lelang secara reguler untuk beberapa tahun mendatang. Hal ini bakal memberikan kepastian pada investor.

Proses lelang pun diharapkan dilakukan international bidding serta penerapan standarisasi Power Purchase Agreement (PPA). Ini dinilai bakal memberikan kesempatan bagi pengembang dalam menilai resiko proyek dan menawar dengan harga yang pasti.

Fabby turut menekankan aturan soal Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang dinilai perlu "diabaikan" hingga industri PLTS dalam negeri mampu memenuhi ketentuan TKDN untuk modul surya. Terkendalanya proyek pembangkit EBT juga terjadi untuk sejumlah proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dan Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro (PLTMH).

Ketua Asosiasi PLTMH Riza Husni mengungkapkan ada sejumlah proyek yang sejatinya telah siap sejak setahun lalu namun belum mendapatkan kesempatan. "Terlalu banyak kontrak fosil jadi tidak diberi kesempatan apalagi saat covid dikatakan kelebihan pasokan atau demand turun," terang Riza pada Mei lalu.

Adapun, total proyek Independent Power Producer (IPP) PLTA/PLTMH yang kini masih menanti kepastian mencapai 82 proyek dengan total kapasitas mencapai 3.105 MW.

Selanjutnya: Sri Mulyani menilai transisi energi timbulkan konsekuensi keuangan bagi PLN

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×