kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45989,59   -6,37   -0.64%
  • EMAS998.000 -0,60%
  • RD.SAHAM -0.07%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.07%

Pemerintah mendorong kawasan industri halal gandeng UMKM dalam rantai pasok


Minggu, 11 April 2021 / 11:44 WIB
Pemerintah mendorong kawasan industri halal gandeng UMKM dalam rantai pasok
ILUSTRASI. Calon konsumen melihat busana muslim di Halal Park, Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (28/7). KONTAN/Baihaki/28/7/2019


Reporter: Tendi Mahadi | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Staf Khusus Wakil Presiden Republik Indonesia Bidang Ekonomi dan Keuangan Lukmanul Hakim mendorong pengembangan ekosistem produk halal secara terintegrasi dari hulu ke hilir. Dalam implementasikan produsen produk halal harus menggandeng sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan Pertanian dalam rantai pasok (supply chain) industri halal.

“Kawasan Industri Halal diharapkan memfasilitasi kolaborasi produsen produk halal dengan UMKM sekitar sehingga memberikan dampak sosial dan ekonomi besar kepada masyarakat,” ungkap dia dalam keterangannya saat mengunjungi Modern Halal Valley, kawasan industri halal di Cikande, Serang.

Lukmanul Hakim menyebutkan sektor UMKM, khususnya sektor pertanian, perikanan dan peternakan, merupakan sektor yang tumbuh tinggi di saat pandemi covid-19. Sektor ini juga merupakan sektor usaha yang digeluti mayoritas penduduk Indonesia.

Baca Juga: Sido Muncul (SIDO) siapkan belanja modal Rp 135 miliar pada tahun ini

Dengan kolaborasi usaha besar dengan UMKM secara terintegrasi diharapkan dapat meningkan tkpertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. “Kita bersyukur mengawali tahun 2021 pertumbuhan ekonomi mengalami positif setelah negatif pada 2020 akibat pandemi covid-19,” tuturnya.

Manajer Pemasaran PT Modern Industrial Estat Wahyu Hidayatullah memaparkan perkembangan kawasan industri halal Modern Halal Valley yang diyakini memiliki prospek bagus saat ini dan ke depan. “Sejumlah perusahaan sudah masuk di kawasan ini,” kata Wahyu.

Ia menjelaskan bahwa Modern Halal Valley juga menyediakan zona UMKM untuk memfasilitasi usaha kecil dan menengah. “Kami juga sudah bekerjasama dengan bank-bank syariah untuk pembiayaan UMKM di kawasan kami,”ungkapnya.

Ia juga mengapresiasi pemerintah yang telah memberikan perijinan kawasan Industri Halal yang saat ini baru ada 2 yang berizin di Indonesia.

Baca Juga: Pangsa pasar Latinusa (NIKL) di pasar domestik terkerek naik pada tahun lalu

Kawasan Modern Halal Valley seluas 500 hektar, didukung dengan fasilitas terintegrasi, termasuk aspek pelayanan proses audit dan sertifikasi produk halal. Di kawasan ini akan dibangun gedung LPPOM MUI (Lembaga Pengkajian Obat-obatan, Makanan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia)

Modern Halal Valley menyediakan fasilitas terintegrasi hingga sarana infrastruktur pelabuhan kering (dry port) yang terkoneksi dengan jaringan kereta api ke bandara dan pelabuhan. 

Selanjutnya: Pengujian selesai, teknologi STAL disebut sebagai terobosan pengolahan mineral

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM) Supply Chain Management Principles (SCMP)

[X]
×