Reporter: Chelsea Anastasia | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Gula Indonesia (AGI) menilai target pemerintah terkait produksi gula nasional sebesar 3 juta ton masih realistis. Namun, realisasi bidikan ini disebut masih dibayangi sejumlah tantangan.
Sekretaris Jenderal AGI, Dwi Purnomo menjelaskan, dari sisi kapasitas pabrik gula target ini sebenarnya masih sangat memungkinkan.
"Dengan kapasitas pabrik total nasional mencapai 330 ribu ton cane per day (TCD) dan hari giling 150 hari, potensinya mampu menggiling 49 juta ton tebu dan mampu mengolah sampai 5 juta ton gula," ujarnya kepada Kontan.co.id, Kamis (12/3/2026).
Meskipun begitu, Dwi menyebut, masalahnya terletak pada bahan baku yang dipicu kondisi iklim yang anomali. Di mana, hujan sering terjadi di musim tanam, serta BMKG juga meramal musim kemarau akan lebih cepat datang.
Baca Juga: Kuota Impor Gula, Daging, dan Garam di 2026 Cerminkan Produksi Lokal Belum Maksimal
Nah, menurutnya hal ini memberikan tantangan terhadap budidaya tanaman tebu dan proses penggilingan.
Selain itu, Dwi turut menyorot penjualan gula yang masih tersendat pada awal tahun lalu, dibarengi dengan penurunan harga tetes tebu (molase) yang drastis. Hal tersebut, katanya, hingga hari ini memangkas pendapatan petani dengan cukup signifikan.
"Dengan begitu, dikhawatirkan minat petani menanam tebu bisa menurun, yang pada ujungnya dapat mengganggu perkembangan areal," katanya.
Kemudian, produktivitas tebu kata Dwi juga masih tertantang. Pasalnya, penyelesaian giling tahun lalu yang mundur hingga Desember, menyebabkan masa tanam juga mundur, yang diikuti dengan curah hujan tinggi.
Baca Juga: Program Bongkar Ratoon Dinilai Dongkrak Produksi Tebu dan Pasokan Industri Gula
"Hal ini bisa menyebabkan tanaman muda terendam dan mati, meskipun kinerja bidang tanaman untuk mencapai produksi tebu yang tinggi sudah memadai," ungkapnya.
Masa tanam yang mundur dengan potensi kemarau yang maju, lanjut Dwi, juga dapat menyebabkan kemasakan tebu tak optimal. Jika begitu, rendemen juga berisiko menurun.
"Untuk itu penentuan awal giling dan pelaksanaan tebang angkut harus cermat sehingga diperoleh hasil panen yang optimal," tegasnya.
Lebih lanjut, AGI melihat peningkatan produksi nantinya tak akan begitu berdampak pada harga, mengingat harga gula domestik yang telah dijamin dengan harga acuan di level Rp 14.500 per kg.
"Walaupun nanti ada sedikit kenaikan sebelum musim giling, tetapi karena produksi mencukupi, jika tercapai 3 juta ton, maka sepanjang tahun akan relatif stabil," tandas Dwi.
Baca Juga: APTRI: Target Produksi Gula 3 Juta Ton Sulit Tercapai Tanpa Intensifikasi Lahan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













