kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   0,00   0,00%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Pemulihan Pasar LPG dan Amonia Dongkrak Kinerja Surya Esa Perkasa (ESSA)


Sabtu, 19 Maret 2022 / 22:05 WIB


Reporter: Filemon Agung | Editor: Noverius Laoli

Kanishk melanjutkan, selain pasar ekspor, ada pula peluang untuk memenuhi kebutuhan domestik untuk LPG. Terlebih angka impor LPG terus menunjukkan tren peningkatan. 

Menurutnya, ada selisih harga yang cukup besar jika pasokan LPG diambil dari dalam negeri khususnya dari produksi ESSA. Selisih harga dibandingkan harga impor disebut mencapai US$ 70 hingga US$ 100 per ton. 

Kanishk menambahkan, pasar amonia pun juga kian potensial. Sejak mulai memproduksi amonia pada 2018 silam, produksi ESSA disebut terus mencapai di atas desain produksi kapasitas.

Raihan tertinggi terjadi di Q1 2020 yang mencapai 124% atau setara 200,309 MT dari kapasitas 161,975 MT per day (MTPD).

Baca Juga: Simak Rekomendasi Saham Samuel Sekuritas Hari Ini (8/2), di Tengah Potensi Rally IHSG

Penurunan sempat terjadi pada periode kuartal II dan kuartal III 2020 akibat pandemi covid-19. Kendati demikian, diakhir 2020 dan kuartal I 2021 produksi pun mulai kembali ke kinerja semula. 

Selain itu, pada akhir tahun 2021 lalu manajemen ESSA memutuskan untuk melakukan turn around atau pemeliharaan pada fasilitas produksi amonia yang dimiliki. Hal ini memang berdampak pada penurunan produksi di periode tersebut. Kendati demikian, pemeliharaan ini dinilai menjadi milestone penting untuk pengembangan ke depan.

"Ke depan kami berharap (turn around) bisa dilakukan lagi antara 3 sampai 5 tahun," terang Kanishk.

Kanishk mengungkapkan, sepanjang tahun 2021 lalu terjadi kenaikan harga untuk amonia dari US$ 233 per MT menjadi US$ 463 per MT.

Penjualan amonia oleh ESSA selama ini ditujukan pada sejumlah negara seperti Korea Selatan, Jepang, Taiwan dan China. Selain itu, diproyeksikan akan terjadi tingkat pertumbuhan per tahun atau Compounded Annual Growth Rate (CAGR) sebesar 3,1% untuk periode 2020-2030 di sejumlah negara tersebut. Pertumbuhannya dari 3,1 MT pada 2020 menjadi 4,2 MT pada 2030. 

  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×