kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.575   22,00   0,13%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Pendapatan ADHI baru Rp 1,7 triliun per Februari


Jumat, 18 Maret 2016 / 20:04 WIB


Reporter: Elisabet Lisa Listiani Putri | Editor: Adi Wikanto

Jakarta. Perusahaan pelat merah PT Adhi Karya Tbk (ADHI) menargetkan pendapatan sebesar sebesar Rp 20 triliun tahun ini. Namun, manajemen ADHI harus bekerja keras, karena hingga Februari baru mengantongi pendapatan Rp 1,7 triliun.

Ki Syahgolang Permata yang juga Sekretaris Perusahaan ADHI, bilang, manajemen akan menggenjot pendapatan dengan gencar mencari kontrak-kontrak baru. "Kami terus mempergencar mendapatkan proyek konstruksi baru," kata Syahgolang, Kamis (17/3).

Namun, Syahgolang enggan menjabarkan lebih lanjut proyek-proyek yang bakal dibidik ADHI. Yang jelas, ADHI sudah berhasil mendapatkan sejumlah proyek pada Januari.

Realisasi kontrak baru di bulan Januari 2016 antara lain proyek pembangunan Rusun Bojong senilai Rp 241,7 miliar di Bogor, Pekerjaan Struktur dan Arsitektur Pembangunan Fasilitas Produksi Gedung Pharma I dan Gedung Utility Pabrik PT Kimia Farma Tbk. senilai Rp 136,5 miliar di Bandung, dan Pembangunan Takultas Tehnik UNHAS (JICA) dengan nilai Rp 129,0 miliar di Makassar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×