kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Penerimaan negara dari migas naik di semester I


Senin, 03 September 2018 / 10:23 WIB
Penerimaan negara dari migas naik di semester I
ILUSTRASI. Ilustrasi SKK MIGAS


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Hingga semester I-2018, penerimaan minyak dan gas (migas) meningkat. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat penerimaan migas di semester I-2018 lebih tinggi sebesar US$ 3,5 miliar.

Total bagian negara maupun bagian kontraktor migas pada semester I-2018 mencapai US$ 17,3 miliar. Pada periode yang sama tahun lalu, penerimaan di sektor ini senilai US$ 13,8 miliar.

Sejak tahun lalu, penerimaan negara dari migas lebih tinggi daripada realisasi cost recovery. Sedangkan dua tahun sebelumnya, realisasi cost recovery lebih tinggi daripada penerimaan negara.

Skema gross split yang menggantikan cost recovery sejak 2017 memperlihatkan dampak positifnya. Hingga kini terdapat 25 kontrak migas sudah menggunakan skema gross split.

Dari 25 blok migas gross split tersebut, sembilan di antaranya merupakan hasil lelang blok migas pada 2017 dan 2018. Pencapaian ini disambut baik oleh para investor, mengingat lelang blok migas pada 2015 dan 2016 dengan skema cost recovery tak diminati investor sama sekali.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Arcandra Tahar mengungkapkan, dari 25 kontrak migas dengan skema gross split, pemerintah mengantongi komitmen kerja pasti sekitar US$ 1,75 miliar atau Rp 25 triliun dan bonus tandatangan US$ 854 juta atau Rp 12 triliun.

"Sistem gross split akan terlihat manfaatnya secara utuh pada jangka panjang. Bisa dilihat lima sampai 10 tahun mendatang," ungkap Arcandra, pekan lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×