kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Pengamat UI sebut pemerintah bohong soal Sonangol


Selasa, 02 Desember 2014 / 06:30 WIB
Pengamat UI sebut pemerintah bohong soal Sonangol
ILUSTRASI. Kunyit, bahan alami yang berfungsi sebagai pereda nyeri.


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Pakar energi dari Universitas Indonesia Iwa Garniwa mengatakan bahwa Pemerintah dinilai telah melakukan kebohongan publik jika realisasi kerja sama impor minyak dari Sonangol EP batal dilaksanakan. Pasalnya, Menteri BUMN Rini Soemarno dan Menteri ESDM Sudirman Said sebelum kontrak ditandatangani sudah melakukan pencitraan ke publik dengan mengatakan ada diskon USD15bbl atau penghematan Rp30 miliar per hari.

"Pembelian minyak Goverment to Goverment bisa saja terjadi. Namun Angola itu masuk dalam anggota pengekspor minyak, artinya mereka juga terikat dengan harga pasar dunia," ujarnya, Senin (1/12).

Menurutnya, diskon bisa saja diberikan apabila kerja sama itu Goverment to Goverment, artinya yang memberikan diskon adalah pemerintah. Sedangkan Angola sebagai negara pengekspor minyak bagian dari OPEC tidak bisa serta merta menurunkan harga di bawah harga market.

"Diskon itu ada di kebijakan negara. Kalau Angola tidak termasuk dari anggota OPEC, dia bisa memberikan diskon. Pasalnya, Angola adalah anggota OPEC," tegasnya.

Seharusnya, sebagai tokoh publik, pernyataan Presiden dan menteri ESDM dan menteri BUMN itu mewakili jajaran di bawahnya seperti Pertamina. "Pernyataan mereka seharusnya mewakili jajaran di bawahnya. Kalau pernyataan Presiden dan Menteri tidak bisa dipercaya bakal susah juga jajaran di bawahnya," tegasnya.

Menurutnya, kepercayaan itu dimulai dari Presiden, kemudian level berikutnya adalah Menteri ESDM dan BUMN, lalu operator Pertamina. Di sini terlihat perbedaan penafsiran antara jajaran menteri dengan Pertamina.

"Situasi sekarang, terajdi perbedaan antara Pertamina, Menteri BUMN dan Menteri ESDM. Siapa yang melakukan kesalahan," pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Grup Sonangol adalah kongsi lama Surya Paloh. Sonangol ini dikuasai oleh konglomerasi China yang diketahui bernama Sam Pa. Sam Pa dianggap media-media Barat sebagai pemilik CIF. Di Angola, tangannya melalui China Sonangol. Dan Sam Pa ini memiliki koneksi sangat kuat dengan para kepala negara di Afrika dan Amerika Latin.

Untuk diketahui, pembelian dan kerjasama Minyak Impor Asal Senangol yang diberitakan dan disampaikan ke publik oleh Surya Paloh dan Rini Soemarno, Sudirman Said, bahwa Indonesia dalam hal ini Pertamina akan mendapatkan harga lebih murah dengan diskon US$ 15/bbl dari Market Price.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×