kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Pengusaha senang jika produksi batubara diturunkan


Kamis, 26 Februari 2015 / 20:50 WIB
ILUSTRASI. Yuk intip resep masak daging sapi ala Titipku: Steak Sapi Saus Jamur


Reporter: Muhammad Yazid | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) menyatakan mendukung program pemerintah yang telah dituangkan dalam rencana pembangunan jangka menengah nasional (RJPMN) 2015 - 2019. 

Di beleid tersebut, produksi batubara ditetapkan turun dari sebanyak 425 juta ton pada 2015 menjadi 400 juta ton pada 2019 mendatang. 

"Kami sangat senang apabila pemerintah dapat menekan produksi nasional, sebab saat ini harga jual sangat tidak menguntungkan pengusaha," kata Supriatna Sahala, Direktur Eksekutif APBI usai mengikuti rapat bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kamis (26/2). 

Menurut dia, penurunan angka produksi batubara diharapkan mampu berdampak positif pada peningkatan harga jual batubara. Sehingga, tambang-tambang kecil yang selama ini tidak produksi lantaran anjloknya harga jual bisa bergairah kembali. 

Selain itu, pengusaha juga akan mendukung program pemerintah yang mematok peningkatan konsumsi domestik menjadi 240 juta ton pada 2019 mendatang. "Selama ini pemerintah kan juga sudah menerapkan domestic market obligation (DMO) ke masing-masing perusahaan, itu hak pemerintah dan sangat kami terima," kata Supriatna.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×