Reporter: Zendy Pradana | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Sharp Electronics Indonesia menyatakan bahwa tren penjualan industri elektronik dan alat listrik rumah tangga optimis mengalami peningkatan pada periode Kuartal II-2026 nanti.
Senior General Manager National Sales Sharp Electronics Indonesia, Andri Adi Utomo mengatakan bahwa tren penjualan industri elektronik dan alat listrik rumah tangga optimis mengalami peningkatan penjualan hingga 3% pada periode Kuartal II-2026.
"Sejauh ini SHARP tetap optimis trend penjualan akan naik di kuartal ke-2 sekitar 2 – 3% dibanding dengan tahun lalu, namun cenderung stagnan, atau dibawah dari kuartal ke-1 2026," ujar Andri kepada Kontan, Minggu (29/3/2026).
Andri masih belum bisa memastikan momentum apa yang membuat tren penjualan alat elektronik alami peningkatan di Kuartal II. Sebab, pada momen Kuartal II tidak ada faktor yang membuat penjualan meningkat dibandingkan Kuartal I-2026.
Baca Juga: Sharp Klaim Penjualan Elektronik Q1-2026 Tumbuh 10%, Berbeda Prediksi Perprindo
"Karena, pada kuartal ke-2 ini tidak ada factor pendorong/momentum yang bisa memicu peningkatan penjualan bila dibandingkan dengan Kuartal ke-1 (bulan Ramadhan) yang merupakan trend tertinggi penjualan selama 1 tahun," kata dia.
SHARP Indonesia saat ini memiliki 4 produk alat elektronik unggulan yakni Lemari Es, AC, Mesin Cuci dan LED TV. Sehingga 4 produk tersebut dianggap bisa bersaing untuk mendongkrak penjualan pada Kuartal II-2026.
"Dibandingkan dengan beberapa brand yang tentunya saat ini mengalami kesulitan dalam menyiapkan stock / produksi produk mereka," sebut Andri.
Baca Juga: Sharp Bidik Penjualan 991.000 AC hingga Akhir 2025, Andalkan Momentum Panas Ekstrem
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perprindo, Andy Arif Widjaja menjelaskan bahwa tren penjualan AC akan mengalami peningkatan hingga 5%. Peningkatan tren penjualan tersebut pun dinilai mengalami peningkatan dibanding Kuartal I-2026.
"Berdasarkan komunikasi dengan pelaku industri dan distributor, proyeksi sementara menunjukkan potensi pertumbuhan penjualan AC pada Kuartal II berada pada kisaran 3% – 5% dibanding Kuartal I, dengan catatan apabila suhu meningkat sesuai prediksi," ucap dia.
"Namun peningkatannya kemungkinan tidak terlalu agresif, karena tetap dipengaruhi faktor makroekonomi seperti inflasi, nilai tukar, serta daya beli kelas menengah," sambungnya.
Baca Juga: Strategi Sharp Indonesia Genjot Penjualan Produk Elektronik pada 2026
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













