kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Penjualan alat berat melonjak hingga 46%


Senin, 30 April 2018 / 10:22 WIB


Reporter: Eldo Christoffel Rafael | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penjualan alat berat semakin kuat. Mengutip data Himpunan Alat Berat Indonesia (Hinabi), penjualan dan produksi alat berat hingga kuartal I-2018 tercatat sebanyak 1.684 unit. Jumlah ini naik 46% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Di tiga bulan pertama tahun ini, alat berat jenis hydraulic excavator masih mendominasi produksi dan penjualan dengan jumlah 1.534 unit. Selanjutnya disusul dengan Bulldozer, Dump Truck, dan juga Wheel Loader.

Jamaluddin, Ketua Hinabi, mengatakan, penjualan alat berat terbesar masih dipegang oleh sektor pertambangan. "Permintaan dari Kalimantan masih dominan dan akan terus berlanjut sepanjang tahun ini," kata, Jamaluddin kepada KONTAN, Minggu (29/4).

Banyaknya pesanan alat berat tersebut membuat pabrikan tidak sanggup memenuhi seluruh permintaan pasar. Padahal, jumlah permintaan produksi alat berat yang masuk mencapai lebih dari 10.000 unit.

Masih terbatasnya sarana produksi alat berat, membuat Hinabi hanya menargetkan produksi sebanyak 4.900 unit atau setara dengan 70% dari total kapasitas terpasang tahun ini yakni 7.000 unit.

Untuk mengatasi kekurangan permintaan alat berat, maka akan dipenuhi dengan impor. Meski masih merahasiakan jumlah, namun Jamaluddin bilang impor alat berat didatangkan dari Cina, Korea Selatan dan juga Jepang.

Moncernya bisnis alat berat ini juga tercermin dari kinerja para emiten terkait. Hingga kuartal I-2018 PT United Tractors Tbk (UNTR) berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 2,5 triliun. Angka ini naik sekitar 69% dari periode yang sama tahun lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×