kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45725,83   16,46   2.32%
  • EMAS914.000 0,11%
  • RD.SAHAM 0.55%
  • RD.CAMPURAN 0.20%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Penjualan mobil eropa masih berpotensi tumbuh


Kamis, 24 Oktober 2019 / 16:31 WIB
Penjualan mobil eropa masih berpotensi tumbuh
ILUSTRASI. Tambah Investasi —- Pekerja beraktivitas di fasilitas perakitan mobil BMW Jakarta, Rabu (18/7). Sejak tahun 2011 hingga saat ini BMW Group Indonesia telah menginvestasikan lebih dari Rp 270 miliar. Tahun ini BMW Indonesia menambah lebih dari Rp 20 miliar

Reporter: Agung Hidayat, Kenia Intan | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di tengah stagnasi pasar otomotif dalam negeri, Agen Pemegang Merek (APM) brand Eropa masih berpeluang tumbuh. Identik dengan segmen premium, para APM ini mempenetrasi pasar dengan terus meluncurkan varian model baru.

Jodie O'tania, Director of Communications BMW Group Indonesia ditemui awak media mengatakan bahwa konsumen segmen mobil tersebut tidak terlalu sensitif pada kondisi ekonomi. "Apalagi target segmennya sudah jelas dan mereka cenderung loyal," ungkapnya kepada Kontan.co.id, Rabu (23/10).

Lebih lanjut Jodie bilang BMW optimis akhir tahun ini dapat menutup volume penjualan lebih baik dari tahun lalu. Sebagai gambaran menurut data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), sampai Agustus tahun ini BMW membukukan penjualan ritel 1.611 unit dimana pada tahun lalu mencapai 2.360 unit.

Baca Juga: Terbitnya PPnBM kendaraan listrik dinilai bisa jadi stimulus investasi dalam negeri

Selain itu BMW Group juga memegang merek asal Inggris, Mini, dimana sampai September ini kata Jodie mengalami pertumbuhan hingga 33% year on year (yoy). Dimana pada sembilan bulan pertama tahun ini Mini membubuhkan penjualan hingga 500 unit.

Jodie optimistis brand Mini dapat tumbuh dobel digit di tahun ini. Mini cukup rajin meluncurkan produk baru seperti seri Mini Cooper S - 3 Door dan Mini Cooper S - 5 Door yang perusahaan klaim laris di pasaran.

Sementara itu PT Garuda Mataram Motor (GMM) yang memegang brand asal Jerman Volkswagen (VW) dan Audi mengaku masih optimistis dengan pasar mobil Eropa ini. "Potensi mobil Eropa khususnya di medium segmen cukup menjanjikan, mengingat pasarnya cukup luas dan besar," terang Jonas Cendana, Chief Operation Officer GMM kepada Kontan.co.id, Rabu (23/10).

Baca Juga: Laba operasional kuartal ketiga Daimler naik 8% didorong penjualan Mercedes

Untuk VW, Jonas menyebutkan sampai saat ini penjualannya masih stabil.  Adapun tantangan terbesar VW di tahun ini ialah bagaimana membuat kendaraan dengan harga yang kompetitif.

Sampai Agustus 2019 ini penjualan VW baru mencapai 210 unit, dimana model VW Tiguan Allspace yang diperkenalkan tahun ini dinilai bakal menarik pembelian brand. Dengan potensi yang ada, VW pun tengah mempersiapkan pembangunan fasilitas produksi di Indonesia dengan perkiraan kapasitas produksi 6.000 unit per tahun.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.


TERBARU

[X]
×