kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.015   52,00   0,29%
  • IDX 5.774   78,50   1,38%
  • KOMPAS100 749   13,86   1,89%
  • LQ45 569   11,92   2,14%
  • ISSI 200   1,33   0,67%
  • IDX30 322   6,75   2,14%
  • IDXHIDIV20 397   7,89   2,03%
  • IDX80 85   1,63   1,95%
  • IDXV30 108   1,54   1,45%
  • IDXQ30 104   1,82   1,78%

Penjualan ponsel diprediksi stagnan tahun ini


Minggu, 08 April 2018 / 19:33 WIB
ILUSTRASI. Peluncuran ponsel Evercoss bekerjasama dengan XL Axiata


Reporter: Eldo Christoffel Rafael | Editor: Sofyan Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penjualan ponsel diprediksi akan relatif sama dengan tahun lalu. Asosiasi Industri Perangkat Telematika Indonesia (AIPTI) memprediksi angka produksi dan impor pun akan sama.

Ali Soebroto, Ketua Umum Asosiasi Industri Perangkat Telematika Indonesia (AIPTI) menjelaskan tahun lalu produksi ponsel nasional mencapai 60,5 juta unit. Sedangkan untuk impor mencapai 11,4 juta unit. "Tahun ini kami prediksi stabil. Kenaikan produksinya tergantung pertumbuhan ekonomi," kata Ali akhir pekan lalu.

Menurutnya saat ini pasar 3G masih ada sedikit yang diimpor, mengingat tidak ada aturan resmi untuk Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang harus diproduksi lokal. Sementara ponsel 4G diwajibkan untuk memiliki TKDN 30%. "Kami prediksi pasar 3G akan menurun dan akan hilang. Sebab sekarang konsumen pindah ke 4G," tambahnya.

Hanya saja pasar ponsel lebih baik ketimbang pasar elektronik secara keseluruhan. Ali yang juga Ketua Gabungan Pengusaha Elektronik (Gabel) menjelaskan kuartal I-2018 penjualan elektronik masih melambat. "Tahun lalu penjualan turun. Kami prediksi pasar akan turun lagi. belum ada data konkrit tapi akan turun," tambahnya.

Ali menjelaskan perubahan pola belanja konsumen menjadi alasan penurunan. saat ini pola belanja konsumen lebih banyak kepada pariwisata ketimbang membeli alat elektronik baru. "Asian Games tidak bisa memacu penjualan televisi," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×