Reporter: Vina Elvira | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) mencatatkan lonjakan penjualan wholesales pada April 2026, seiring dengan pemulihan pasar otomotif nasional yang mulai menunjukkan tren positif.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan wholesales otomotif nasional pada April 2026 mencapai 80.776 unit. Angka tersebut meningkat 31,8% dibandingkan Maret 2026 yang tercatat sebanyak 61.268 unit.
Tak hanya itu, penjualan wholesales nasional pada April 2026 juga melonjak 55% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya mencapai 52.108 unit.
Sejalan dengan tren industri tersebut, penjualan wholesales Suzuki pada April 2026 tercatat tumbuh sekitar 57% dibandingkan bulan sebelumnya.
Deputy Managing Director Sales and Marketing 4W SIS, Dony Ismi Himawan Saputra mengatakan peningkatan penjualan Suzuki pada April terutama didorong oleh tingginya penyerapan kendaraan komersial.
Baca Juga: Indonesia dan Rusia Dorong Investasi Industri Manufaktur hingga Petrokimia
“Partisipasi aktif Suzuki pada ajang GIICOMVEC 2026 di awal April turut efektif mendongkrak permintaan fleet dari pelaku usaha maupun instansi,” ujar Dony kepada Kontan.co.id, Selasa (12/5/2026).
Jika diperinci, model New Carry menjadi kontributor terbesar penjualan Suzuki dengan porsi sekitar 60% terhadap total wholesales perusahaan pada April 2026.
Sementara itu, pada segmen kendaraan penumpang, Suzuki XL7 menyumbang sekitar 18% terhadap total penjualan. Adapun Suzuki Fronx berkontribusi sekitar 6,5% terhadap total wholesales perusahaan.
Dony menilai, pertumbuhan penjualan tersebut tidak hanya didorong oleh peningkatan permintaan pasar secara organik, tetapi juga strategi penjualan yang dijalankan perusahaan.
Baca Juga: Kementerian ESDM Pacu Hilirisasi dan Teknologi demi Daya Saing Industri Batubara
“Kami juga telah menyiapkan program penjualan sebagai stimulus penarik calon konsumen. Keduanya saling sesuai dan membuahkan hasil yang positif bagi penjualan Suzuki,” tambahnya.
Di tengah peningkatan kinerja tersebut, Suzuki tetap mencermati dampak pelemahan nilai tukar rupiah terhadap industri otomotif nasional.
Untuk menjaga daya saing harga, Suzuki terus memaksimalkan penggunaan komponen lokal pada lini produksinya.
“Cara ini dapat membuat harga produk tetap kompetitif dan pelanggan bisa merasakan value for money-nya,” paparnya.
Memasuki sisa tahun 2026, Suzuki optimistis mampu mencapai target market share yang telah ditetapkan perusahaan. Perseroan juga telah menyiapkan sejumlah strategi penjualan guna menopang pertumbuhan bisnis hingga akhir tahun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













