kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Penjualan televisi turun hingga 40%, Akari Indonesia: Optimis target tercapai


Jumat, 01 November 2019 / 18:52 WIB

Penjualan televisi turun hingga 40%, Akari Indonesia: Optimis target tercapai
ILUSTRASI. Peluncuran TV SmartConnect oleh CEO Akari Indonesia, Kenny Wee

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. CEO PT Akari Indonesia, Kenny Wee, berkata penjualan televisi menurun sampai September 2019. Sejak tahun 2018, dia berestimasi penurunan harga televisi bahkan mencapai 30%-40%.

"Secara in terms of value, nilai jual televisi sudah turun. Tapi kuantitas meningkat. Hal ini salah satunya disebabkan karena sudah jarang sekali oranng menonton televisi. Lebih banyak yang menonton lewat smartphone," ujarnya saat ditemui dalam peluncuran produk TV SmartConnect di restoran Tesate, Jakarta Pusat, Jumat (1/11).

Baca Juga: Gebyar wisata Batam International Culture Festival

Kenny melanjutkan, untuk produk Air Conditioner (AC) saat ini tumbuh dengan baik, sebab pihaknya menciptakan mesin dengan spesifikasi tegangan rendah yang bisa diaplikasikan di rumah sederhana. Senada, Kenny berkata penjualan mesin cuci naik karena pihaknya menciptakan berbagai model produk.

"Kami memang fokus diversifikasi produk. Untuk jenis mesin cuci, ada yang berjenis tabung sampai front loading," lanjutnya.

Kenny melanjutkan, untuk mengakali penurunan penjualan televisi, selain mengeluarkan produk TV SmartConnect, juga menciptakan Smart Box dan Set Top Box, yang mampu mengupgrade TV analog ke digital.

Dengan perangkat tersebut, televisi analog bisa memiliki gambar bening karena memakai sambungan digital. Penjualan produk tersebut dipayungi oleh lisensi dari Google dan lembaga terkait.

"Penjualan smartbox cukup bagus karena semua didistribusikan melalui online maupun offline. Namun, saya kurang tahu soal market share," imbuhnya.

Baca Juga: Elektronika Butuh Investasi US$ 2,5 M

Kenny berkeyakinan, dalam dua bulan ke depan menuju akhir 2019, pihaknya bisa mencapai target yang dicanangkan. Kenny sendiri enggan membeberkan berapa target yang dipasang dan perolehan penjualan saat ini. Ia berkata, dari 18 cabang Akari Indonesia, penjualan tertinggi terjadi di kota besar dengan jumlah penduduk tinggi, seperti Jakarta, Surabaya, Makassar, dan Samarinda.

"Sejak Oktober ini, penjualan mulai bangkit secara perlahan, setelah melambat. Ini terjadi di semua sektor bisnis. Saya yakin November sampai Desember bisa lebih baik lagi. Begitu pula dengan tahun depan, dengan kondisi politik yang sudah stabil saat ini, semoga masyarakat mulai terdorong membelanjakan uangnya," tutup Kenny.


Reporter: Amalia Fitri
Editor: Azis Husaini

Video Pilihan

Tag

Close [X]
×