kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

Penyerapan garam petani masih mini


Jumat, 02 November 2018 / 14:09 WIB
ILUSTRASI.


Reporter: Tane Hadiyantono | Editor: Asnil Amri

KONTAN.CO.ID -  KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Petani Garam Rakyat Indonesia (APGRI) kembali mengutarakan kekecewaannya terkait minimnya serapan garam petani oleh pelaku industri pengolahan garam. Dalam hitungan APGRI, jumlah penyerapan garam oleh industri pengolahan itu hanya 500.000 ton per tahun.

"Sekarang gudang petani sudah mulai penuh (tak terserap)," kata Jakfar Sodikin, Ketua APGRI kepada Kontan.co.id, Jumat (2/11). Dalam hitungan Jakfar, potensi panen garam tahun ini bisa mencapai 2,5 juta - 2,7 juta ton. Adapun kebutuhan nasional diproyeksikan 4,2 juta ton. Adapun industri selama ini masih menggunakan komponen impor hingga 3,7 juta ton.

Sebelumnya, melalui Kementerian Perindustrian mencatat, industri pengolah garam telah meneken komitmen menyerap garam yang dihasilkan petambak lokal. Namun, Jakfar menyampaikan realisasi dari komitmen tersebut belum maksimal.

Adapun sejumlah perusahaan yang dalam catatan Jakfar telah melakukan penyerapan garam rakyat adalah PT Unichem, PT Susanti Megah, PT Sumatraco, PT Garindo, PT Budiono dan PT Saltindo. Karena minimnya penyerapan, hokum pasar terjadi, sehingga harga garam petani turun.

Kini harga garam rakyat sudah semakin turun menjadi Rp 1.200 per kilogram - Rp 1.500 per kg untuk garam kualitas pertama, dan harga Rp 1.000 per kg untuk kualitas dua. Padahal hingga akhir semester pertama lalu, harga garam kualitas pertama masih di Rp 1.600 per kg dan kualitas dua di Rp 1.400 per kg.

Menanggapi hal ini, Budi Sasongko, Direktur Utama PT Garam menyatakan, pihaknya telah melakukan penyerapan garam rakat mencapai 80.000 ton dari rencana sebanyak 120.000 ton.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×