kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45935,51   7,16   0.77%
  • EMAS1.335.000 1,06%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Perang dagang AS-Cina makin panas, pengusaha optimis ekspor TPT tetap tumbuh


Minggu, 04 Agustus 2019 / 20:52 WIB
Perang dagang AS-Cina makin panas, pengusaha optimis ekspor TPT tetap tumbuh


Reporter: Muhammad Julian | Editor: Handoyo .

Pada kondisi yang demikian, PT Pan Brothers Tbk optimis mampu meraih pertumbuhan penjualan sebesar 10 hingga 15% di sepanjang tahun 2019. Pada tahun 2018, PT Pan Brothers Tbk mencatatkan penjualan bersih senilai US$611,4 juta. Dengan demikian, target nilai penjualan bersih di tahun 2019 senilai US$ 703,11 juta.

Meski demikian, Deni mengatakan bahwa masih ada sejumlah tantangan yang harus dihadapi oleh pemerintah. Pasalnya, beberapa negara seperti Vietnam dan Bangladesh masih memiliki nilai ekspor yang lebih besar dibanding Indonesia.

Berdasarkan keterangan Deni, nilai ekspor TPT nasional ke dunia tidak pernah melampaui US$ 13 miliar. Sementara itu, negara-negara seperti Vietnam dan Bangladesh mampu meraih nilai ekspor TPT hingga sebesar US$ 40 miliar per tahun.

Baca Juga: Cerita Bos Sritex Iwan Setiawan Terjun ke Dunia Investasi

Deni menilai bahwa Indonesia sebenarnya memiliki potensi untuk bersaing dengan produk-produk TPT dari negara luar, sebab Indonesia memiliki jumlah tenaga kerja yang besar serta sumber daya alam yang melimpah.

Namun demikian, beberapa negar lain memiliki posisi yang lebih diuntungkan sebab negara-negara tersebut memiliki kesepakatan perjanjian perdagangan bebas atau free trade agreement (FTA) tertentu yang tidak dimiliki oleh Indonesia.

Oleh karena itu, Deni menilai bahwa kelangsungan ekspor TPT nasional juga bergantung pada upaya pemerintah untuk menggolkan sebanyak mungkin kesepakatan perjanjian dagang dengan negara-negara yang ada.

Baca Juga: Trisula Textile (BELL) memilih fokus jualan seragam di 2019

“Kalau misalnya banyak FTA dan bilateral agreement yang bisa diteken sama pemerintah Indonesia, sudah pasti peluangnya bisa lebih banyak. Jadi tantangannya adalah menyelesaikan perjanjian-perjanjian ini secepat-cepatnya,” terang Deni kepada Kontan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×